Ia mengatakan tema yang diangkat tahun ini menegaskan bahwa perbedaan keyakinan bukanlah penghalang, melainkan jembatan yang menghubungkan sesama manusia.
“Keberagaman adalah modal sosial yang sangat besar. Namun di saat yang sama kita juga menghadapi tantangan berupa polarisasi dan fanatisme. Karena itu generasi muda harus belajar saling memahami, saling bekerja sama, dan membangun kebersamaan,” ujarnya.
Menurut Olivia, menjadi tanggung jawab moral IAKN Manado untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, mampu menjadi pembawa damai, serta siap memimpin masyarakat yang majemuk.
Ia berharap Sekolah Pluralisme tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi terus berlanjut dan memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat.
Dukungan pemerintah daerah juga disampaikan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Minahasa, Agustivo Tumundo, yang menilai Sekolah Pluralisme menjadi wadah penting dalam membentuk generasi muda yang mengedepankan dialog dan perdamaian.
Mewakil sambutan Bupati Minahasa menurutnya, perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekayaan yang harus dirawat bersama demi membangun masa depan bangsa.
“Generasi muda harus dituntun berpikir kritis dan menjadi agen perdamaian. Mereka harus mampu menumbuhkan kasih, saling menghormati, serta menjadi pelopor kehidupan masyarakat yang harmonis,” katanya.
Ia menambahkan, masyarakat Minahasa sejak dahulu menjunjung tinggi kehidupan yang rukun sebagaimana filosofi Si Tou Timou Tumou Tou. Karena itu, pemerintah terus mendukung berbagai program yang memperkuat kerukunan umat beragama.
Agustivo mengajak seluruh peserta memanfaatkan kegiatan tersebut sebaik mungkin sebagai bekal memperkuat komitmen bersama dalam menjaga persatuan, kebinekaan, dan keutuhan bangsa Indonesia.
Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua MPH PGI Manuputty Ketua PbNU Bidang media dan Informasi, Gugun Gumelar Staf Ahli Kementrian Agama RI, Kepala Kantor emenag Sulut yang diwakili Franky Rompas dan tamu undangan lainnya.

Tinggalkan Balasan