MANADO, JELAJAHSULUT.COM-Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (RI) menggelar ‘Aktivasi Desa Kreatif Melalui Pengembangan Ruang Kreatif” di Pasar Tematik, Kelurahan Tongkaina, Kecamatan Bunaken, Kamis (5/11/2026).

Kegiatan dibuka oleh tampilan penari lokal dari Sulawesi Utara (Sulut), menyanyikan lagu Indonesia Raya kemudian Mars Ekraf.

Pembukaan dilakukan Direktur Fasilitasi Infrastruktur Kementerian Ekonomi Kreatif Fahmy Akmal, yang diwakili Ketua Tim Dukungan Manajemen Direktorat Fasilitasi Infrastruktur Kementerian Ekraf Dian Prasetya.

Dian mengatakan, tujuan kegiatan salah satunya membuat warga Tongkaina dan sekitarnya memahami potensi-potensi yang ada di desa.

Walapuan beragam, ada dari kriya, ada dari kuliner, nah kita akan lihat bagaimana mereka memanfaatkan dan memaksimalkan untuk meningkatkan ekonomi mereka,” ujar Dian.

Lanjutnya, mereka fokus bagaimana warga memanfaatkan ruang-ruang yang sudah ada dimanfaatkan oleh pelaku ekraf.

Kata Dian, untuk desa kreatif, mereka masih membuat kegiatan, tetapi dalam konteks kabupaten/kota kreatif, Kota Manado sudah ditetapkan kota kreatif untuk sub sektor unggulannya musik terutama choir (paduan suara).

“Kalau Desa Tongakaina, kami melihat potensi yang ada adalah kriya,” ujarnya.

Dian berharap semoga masyarakat semakin terus meningkatkan potensi yang ada dan terus bekoborasi .

“Karena kalau sendiri-sendiri tidak akan jadi apa-apa, bagaimana kolabarasi antar akademisi, pelaku bisnis, komunitas, media, pemerintah, itu semuanya turut andil memaksimalkan potensi yang ada,” imbuh Dian.

Sementara pemateri yakni Ketua Forum Ekonomi Kreatif Kota Manado Edbert Marten Mirah.

Edbert menjelaskan jika Manado tahun lalu dinobatkan Kota Kreatif terutama dalam bidang musik atau choir. “Desember nanti ada festival choir di Manado,” ujar Edbert.

Kini aktivasi Desa Kreatif. Berbicara kreatif tidak hanya berbicara fisik atau bangunan, tapi memberikan berikan peluang, kesempatan, ide,” ujar Edbert.

Dirinya juga memaparkan 21 sub sektor ekonomi kreatif, di antaranya dari kluster seni dan budaya, kriya, fashion, seni pertunjukkan dan seni rupa. Kemudian dari kluster desain seperti desain artitektur, modifikasi otomotif dan lainnya, kemudian kluster media dan distribusi seperti musik, film dan lain-lain.(*)