CHINA, JELAJAHSULUT.COM– Prestasi membanggakan kembali ditorehkan putra-putri terbaik Sulawesi Utara di tingkat internasional. Tim dosen Politeknik Negeri Manado (Polimdo) sukses meraih posisi ketiga dunia dalam ajang 15th China Innovation and Entrepreneurship Competition: AI + Construction Machinery Division yang berlangsung di Xuzhou, China.
Capaian tersebut menjadi bukti bahwa sumber daya manusia dari Sulawesi Utara memiliki kemampuan untuk bersaing dengan inovator dari berbagai negara melalui pengembangan teknologi berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Tim Polimdo yang dipimpin Ir. Rudolf Estephanus Golioth Mait, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., bersama Fardi Kalumata, S.ST., M.T., dan Steven Kamurahan, M.Ars., berhasil menempatkan inovasi TerraSight AI di posisi ketiga dalam kompetisi internasional tersebut.
TerraSight AI merupakan inovasi bertajuk Automated Volumetric Progress Monitoring for Earthwork Operations, sebuah sistem yang dikembangkan untuk membantu pemantauan volume dan perkembangan pekerjaan tanah secara otomatis.
Direktur Polimdo, Dra. Maryke Alelo, MBA, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas keberhasilan tim tersebut.
“Praise God. Team Polimdo berhasil meraih posisi ke-3 dalam Kompetisi AI Machinery di China,” ungkap Maryke.
Sementara itu, Ketua Tim, Rudolf Estephanus Golioth Mait, menyampaikan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil kerja bersama dan dukungan berbagai pihak di lingkungan Polimdo.
Menurutnya, keberhasilan meraih juara ketiga dunia bukan hanya menjadi kebanggaan tim, tetapi juga seluruh keluarga besar Politeknik Negeri Manado.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada Direktur, jajaran wakil direktur, serta pimpinan jurusan yang telah memberikan dukungan terhadap perjalanan tim hingga mencapai hasil tersebut.
Keberhasilan ini sekaligus menempatkan Polimdo sebagai salah satu perguruan tinggi vokasi Indonesia yang mampu menunjukkan kapasitas inovasi teknologi di tengah persaingan global.
Bagi Sulawesi Utara, capaian ini menjadi momentum penting untuk memperlihatkan bahwa inovasi dan pengembangan teknologi tidak hanya lahir dari pusat-pusat teknologi dunia, tetapi juga dapat dikembangkan dari daerah.
Prestasi tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi dosen, mahasiswa, dan generasi muda Sulawesi Utara untuk terus mengembangkan kreativitas, riset, serta inovasi yang mampu memberikan kontribusi bagi Indonesia di tingkat internasional.

Tinggalkan Balasan