“Bantuan ini adalah bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat muslim agar dapat merayakan Idul Adha dengan penuh sukacita dan kebersamaan,” ujar Yulius.
Ia menjelaskan, jumlah bantuan hewan kurban setiap tahun menyesuaikan kondisi anggaran daerah dan harga sapi di pasaran. Tahun ini, jumlah bantuan mengalami penyesuaian akibat kenaikan harga ternak.
“Memang ada pengurangan dibanding tahun sebelumnya karena harga sapi meningkat. Tetapi distribusinya tetap diprioritaskan untuk masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
Menurutnya, penyaluran bantuan dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat di masing-masing daerah. Bahkan, satu ekor sapi bantuan Presiden dijadwalkan diserahkan langsung ke wilayah Bolaang Mongondow.
Distribusi hewan kurban menjangkau berbagai wilayah, mulai dari daerah perkotaan hingga kepulauan terluar di Sulut.
Sejumlah masjid penerima di antaranya Masjid Raya Ahmad Yani Lawangirung dan Masjid Kyai Mojo Korem 131 Santiago di Kota Manado, Masjid Al Hikmah Tondano di Minahasa, Masjid Nurul Insan di Kotamobagu, Masjid Al Jihad Ulu Siau Timur di Sitaro, hingga Masjid Nurul Jihad di Kecamatan Beo Utara, Kabupaten Talaud.
Program tersebut mendapat sambutan positif dari tokoh agama dan masyarakat.
Bantuan dinilai sangat membantu warga kurang mampu agar tetap dapat melaksanakan ibadah kurban dan merasakan kebahagiaan Idul Adha secara merata.
Melalui penyaluran ini, Pemprov Sulut berharap semangat solidaritas sosial, toleransi, dan persaudaraan antarumat beragama di Bumi Nyiur Melambai terus terjaga dan semakin kuat.

Tinggalkan Balasan