JAKARTA, JELAJAHSULUT.COM– Kekosongan jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menyusul mundurnya Nanik S. Deyang kembali menjadi perhatian publik. Sejumlah pihak menilai perlu ada sosok yang memiliki kompetensi kuat di bidang kesehatan, gizi, serta sanitasi untuk memimpin lembaga yang menjadi penggerak salah satu program prioritas Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, yakni Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Salah satu nama yang dinilai layak dipertimbangkan adalah Prof. Dr. H. Arif Sumantri, SKM, MKes. Ia dikenal sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Kesehatan Lingkungan di serta memiliki rekam jejak panjang dalam bidang kesehatan masyarakat.
Saat ini, Prof. Arif Sumantri dipercaya sebagai Ketua Umum (HAKLI) dan juga menjabat sebagai Ketua Komite Penanganan Permasalahan Kesehatan.
Dengan latar belakang akademik dan pengalaman profesional di bidang kesehatan lingkungan, Prof. Arif dinilai memiliki kompetensi yang relevan untuk mengelola program strategis BGN, khususnya dalam aspek keamanan pangan, higiene dan sanitasi makanan, pengelolaan tempat pengolahan makanan, kualitas air bersih, hingga pemenuhan standar gizi masyarakat.
Sekretaris HAKLI Provinsi Sulawesi Utara sekaligus Bendahara DPD Pejuang Bravo Lima Provinsi Sulut, Machel Singkoh, AMKL, SE, menyampaikan bahwa Prof. Arif Sumantri merupakan figur yang memiliki kapasitas dan pengalaman untuk memimpin BGN.
“Dengan pengalaman dan keilmuan yang dimiliki, khususnya dalam bidang kesehatan lingkungan yang berkaitan erat dengan higiene sanitasi makanan, gizi, serta kesehatan masyarakat, Prof. Arif Sumantri sangat layak dipertimbangkan untuk dipercaya sebagai Kepala BGN,” ujar Machel.
Menurutnya, kepemimpinan BGN membutuhkan sosok yang tidak hanya memahami aspek administrasi, tetapi juga memiliki pemahaman mendalam terkait standar kesehatan dan keamanan pangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Meski demikian, keputusan akhir mengenai pengangkatan Kepala BGN sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden Republik Indonesia.
“Siapa pun yang dipercaya nantinya, diharapkan mampu memperkuat BGN dan memastikan program MBG berjalan efektif, tepat sasaran, serta memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” tutup Machel.


Tinggalkan Balasan