MINAHASA UTARA, JELAJAHSULUT.COM – Politeknik Negeri Manado (Polimdo) melalui Jurusan Teknik Elektro menghadirkan inovasi baru untuk mendukung pengembangan Desa Wisata Budo, Kabupaten Minahasa Utara.

Inovasi tersebut berupa wahana perahu sepeda air yang dilengkapi motor penggerak dan sistem kendali jarak jauh. Wahana ini diserahkan kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Budo untuk dimanfaatkan sebagai salah satu fasilitas pendukung wisata mangrove.

Ketua Jurusan Teknik Elektro Polimdo, Marson Budiman, SST., MT., mengatakan wahana tersebut merupakan hasil penelitian mahasiswa dan dosen yang dikembangkan melalui program Bina Desa.

Menurut Marson, inovasi itu lahir dari kebutuhan untuk menghadirkan pengalaman wisata baru bagi pengunjung Desa Budo. Selama ini, kawasan tersebut mengandalkan daya tarik hutan mangrove, panorama matahari terbenam serta kuliner masyarakat.

Dengan adanya sepeda air, wisatawan nantinya dapat menikmati kawasan mangrove dari sisi yang berbeda dan berada lebih dekat dengan ekosistem pesisir tersebut.

“Pengunjung bisa menikmati hutan mangrove lebih dekat menggunakan wahana sepeda air,” kata Marson.

Salah satu keunggulan wahana tersebut adalah penggunaan motor penggerak yang berfungsi membantu pengunjung ketika mengalami kelelahan saat mengayuh.

Selain itu, wahana dilengkapi sistem kendali menggunakan remote dari darat. Apabila perahu keluar dari batas area yang telah ditentukan, pengelola dapat mengarahkan kembali wahana tersebut ke lokasi yang ditetapkan.

Untuk tahap awal, Polimdo menyerahkan satu unit wahana kepada BUMDes Desa Budo untuk dilakukan uji coba dan pengembangan.

Marson berharap keberadaan wahana tersebut tidak hanya memperkaya pilihan aktivitas wisata, tetapi juga dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat melalui peningkatan pendapatan BUMDes.

“Wahana ini juga dapat menunjang pendapatan BUMDes,” ujarnya.

Pengembangan wahana tersebut berawal dari penelitian mahasiswa Jurusan Teknik Elektro bersama dosen, termasuk pengembangan sistem pengendalian motor DC yang digunakan untuk menggerakkan propeler.

Desa Budo sendiri merupakan salah satu desa wisata di Minahasa Utara yang memiliki potensi hutan mangrove. Berdasarkan data Jadesta Kementerian Pariwisata, Desa Wisata Budo pernah masuk dalam 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022.

Dengan tambahan fasilitas baru tersebut, pengembangan wisata mangrove Budo diharapkan semakin variatif sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan aktivitas ekonomi berbasis pariwisata.

Bagi Polimdo, inovasi ini juga menjadi bagian dari peran perguruan tinggi dalam menerapkan hasil penelitian dan teknologi tepat guna secara langsung bagi masyarakat.