MINAHASA UTARA, JELAJAHSULUT– Kepedulian terhadap lingkungan kembali ditunjukkan sejumlah organisasi pecinta alam melalui kegiatan bertajuk “Menanam Kebersamaan, Memanen Kepedulian” yang digelar di Desa Wori, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Sabtu (4/7/2026).
Kegiatan yang diinisiasi Kelompok Muda Pecinta Alam (KMPA) Tindakan Antusias Simpati Alam (Tansa) Sulut bersama Kelompok Pecinta Alam Bebas (KPAB) Phoenix itu mendapat apresiasi dari masyarakat setempat karena dinilai memberikan dampak positif bagi lingkungan sekaligus memperkuat semangat kebersamaan.
Salah seorang warga Desa Wori, Reflin R. Rumengan, mengaku bangga atas aksi nyata para pemuda yang turun langsung membersihkan kawasan mangrove dan mengajak masyarakat peduli terhadap lingkungan.
“Keren dan salut untuk pemuda-pemudi yang sangat peduli akan kebersihan di desa kami. Makasih nyong dan nona manise. Tetap tebarkan terus kebaikan. Makasih juga untuk Kepala Lingkungan I yang ikut mendampingi. Tuhan Yesus memberkati,” ujar Reflin.
Dalam kegiatan tersebut, panitia membagikan puluhan bibit pucuk merah kepada masyarakat, menggelar diskusi penguatan organisasi, serta melakukan aksi bersih-bersih di kawasan hutan mangrove Desa Wori.
Pengurus KMPA Tansa Sulut, Aldy Mandagi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kontribusi sederhana generasi muda dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan meningkatnya pencemaran lingkungan.
Menurutnya, dampak perubahan iklim kini semakin dirasakan, termasuk di Sulawesi Utara yang mengalami peningkatan suhu udara dan ancaman terhadap sektor pertanian, ketersediaan air bersih, hingga risiko kebakaran hutan.
“Melalui pembagian bibit pucuk merah, kami berharap masyarakat ikut berpartisipasi menjaga lingkungan. Tanaman ini memiliki kemampuan menyerap karbon dioksida serta membantu menjaga keseimbangan ekosistem,” kata Aldy.
Ia menjelaskan, berdasarkan sejumlah penelitian, pucuk merah memiliki kemampuan fotosintesis yang tinggi sehingga efektif menyerap karbon dioksida sekaligus membantu menyerap logam berat di udara.
Selain aksi penghijauan, peserta juga membersihkan kawasan mangrove dari sampah plastik dan tali yang berpotensi merusak ekosistem pesisir.
Aldy menegaskan, sampah plastik yang menumpuk di kawasan mangrove dapat menghambat pertumbuhan tanaman mangrove dan pada akhirnya berubah menjadi mikroplastik yang masuk ke rantai makanan manusia.
“Menjaga kebersihan mangrove bukan hanya melindungi lingkungan, tetapi juga menjaga kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia sekaligus anggota KPAB Phoenix, Chrisly Rumambi, berharap kegiatan tersebut dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan secara berkelanjutan.
“Harapan kami, kepedulian terhadap lingkungan terus tumbuh sehingga kawasan pesisir tetap bersih, hijau, dan nyaman. Kegiatan seperti ini juga akan terus kami laksanakan sebagai agenda rutin,” katanya.
Penguatan Organisasi dan Kepemimpinan
Kegiatan juga diisi dengan diskusi penguatan organisasi yang menghadirkan perwakilan KPPA Tarantula, Fenly Derek.
Dalam pemaparannya, Fenly menekankan pentingnya organisasi memiliki arah yang jelas melalui visi, komunikasi yang sehat, serta ruang diskusi yang terbuka antara senior dan junior.
Menurutnya, banyak organisasi mengalami kevakuman akibat lemahnya kepemimpinan, minimnya komunikasi, serta kurangnya kesempatan bagi anggota muda untuk berkembang.
“Organisasi harus mampu membangun motivasi, memperkuat visi, serta memberikan ruang bagi anggota untuk berkreasi. Kepemimpinan tidak akan tumbuh jika organisasi hanya berjalan berdasarkan rasa takut,” ujarnya.
Ia berharap penguatan kapasitas organisasi dapat melahirkan pemimpin-pemimpin baru yang mampu membawa organisasi semakin berkembang dan adaptif terhadap perubahan zaman.
Kegiatan “Menanam Kebersamaan, Memanen Kepedulian” turut melibatkan berbagai organisasi pecinta alam dan kemanusiaan, yakni MPA Avestaria Fispol Unsrat, KSR PMI UPT Polimdo, KPPA Tarantula, KPAB Chiroptera, KPA Silvaterra, GMPA Panthera Pardus, PPAB Everest, Simpatisan Alam Indonesia, serta KPAB Nucifera.

Tinggalkan Balasan