MANADO, JELAJAHSULUT.VOM– Pasar otomotif nasional pada tahun 2025 mengalami tekanan cukup signifikan. Data penjualan kendaraan secara nasional tercatat turun sekitar 17 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Irfan Kepala Cabang (Kacab) DSO Daihatsu Martadinata Manado, Jumat (13/3/2026) dalam acara media gathering DAIFIT dengan sejumlah jurnalis di Sulut menuturkan secara total, market otomotif nasional pada tahun 2025 berada di angka sekitar 766 ribu unit, turun dari 923 ribu unit pada 2024.

Jika ditarik ke belakang, pasar otomotif Indonesia sebenarnya sempat mengalami peningkatan pada tahun 2023. Saat itu penjualan kendaraan naik sekitar 3 persen, dari 942 ribu unit pada 2022 menjadi 967 ribu unit pada 2023.

Namun tren tersebut mulai terkoreksi pada tahun berikutnya hingga akhirnya penurunan semakin terasa pada tahun 2025.

Beberapa faktor dinilai menjadi penyebab menurunnya pasar otomotif nasional. Salah satunya adalah kondisi ekonomi global yang masih belum stabil sehingga turut mempengaruhi daya beli masyarakat di dalam negeri.

Selain itu, struktur penjualan kendaraan yang sebagian besar bergantung pada pembiayaan kredit juga menjadi faktor penting.

“Kalau kita melihat secara umum, sekitar 80 persen penjualan kendaraan di Indonesia didominasi oleh kredit. Artinya, ketika sektor pembiayaan mengalami pengetatan, maka penjualan otomotif juga akan ikut terpengaruh,” ungkapnya.


Tingginya Non Performing Loan (NPL) pada sejumlah perusahaan pembiayaan juga berdampak pada kebijakan penyaluran kredit yang menjadi lebih selektif kepada konsumen.

Di sisi lain, sejumlah kebijakan dan regulasi pemerintah pada beberapa daerah juga turut mempengaruhi dinamika penjualan kendaraan.

Sulawesi Utara Lebih Stabil

Meski market nasional mengalami penurunan cukup besar, Irfan mengatakan kondisi pasar otomotif di Sulawesi Utara justru tercatat relatif lebih stabil.

Penurunan penjualan kendaraan di daerah ini hanya sekitar 11 persen, lebih kecil dibandingkan penurunan secara nasional.

Pada tahun 2024, total penjualan kendaraan di Sulawesi Utara berada di kisaran 39 ribu unit. Sementara pada tahun 2025 turun menjadi sekitar 35 ribu unit.

Hal ini menunjukkan aktivitas ekonomi di daerah masih mampu menopang pasar otomotif.

Daihatsu Tetap Nomor Satu

Di tengah kondisi pasar yang menurun tersebut, Daihatsu justru mampu memperkuat posisinya di Sulawesi Utara.

Pangsa pasar Daihatsu di daerah ini mengalami peningkatan dari 29,5 persen pada tahun 2024 menjadi 32,8 persen pada tahun 2025.

Capaian tersebut membuat Daihatsu tetap mempertahankan posisi sebagai brand otomotif dengan market share nomor satu di Sulawesi Utara.

Secara total penjualan, Daihatsu mencatat sekitar 3.000 unit kendaraan terjual sepanjang tahun 2025, sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 3.500 unit.

Namun secara persentase kontribusi terhadap market justru meningkat.

Pihak Daihatsu menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pencapaian tersebut, termasuk jaringan dealer, perusahaan pembiayaan, serta dukungan dari masyarakat dan media.

Ke depan, Daihatsu berharap pasar otomotif dapat kembali tumbuh seiring membaiknya kondisi ekonomi serta dukungan sektor pembiayaan yang lebih optimal.