MANADO,JELAJAHSULUT.COM— Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sulawesi Utara (Sulut), Louis Schramm, meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulut bergerak cepat memastikan ketersediaan obat-obatan sebagai bagian dari langkah mitigasi menghadapi potensi bencana alam.

Hal itu disampaikan Schramm saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinkes Sulut dalam rangka evaluasi pelaksanaan program semester I Tahun 2026, Selasa (14/7/2026).

Menurut Schramm, kondisi geografis Sulut yang berada di wilayah rawan bencana membutuhkan kesiapsiagaan lebih, termasuk dalam hal ketersediaan logistik kesehatan.

Ia mengungkapkan kekhawatirannya setelah berdiskusi dengan Gubernur Sulut terkait aktivitas pergerakan lempeng tektonik yang terus berlangsung.

“Kita tidak tahu kapan terjadi gempa besar. Tiba-tiba ada gempa besar juga torang (kita) tidak tahu. Ini harus menjadi perhatian bersama,” ujar Schramm.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sulut itu mencontohkan sejumlah kejadian gempa besar di berbagai negara sebagai pengingat bahwa bencana dapat terjadi secara tiba-tiba, meski sebelumnya tidak dianggap sebagai wilayah yang sering mengalami gempa.

Selain ancaman gempa, Schramm juga menyinggung aktivitas vulkanik Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Sitaro yang perlu menjadi perhatian bersama.

“Sulawesi Utara ini sedikit-sedikit bencana. Sekarang kita juga menghadapi Gunung Karangetang. Kita berdoa bersama, tetapi tetap harus melakukan antisipasi. Ini bagian dari mitigasi bencana,” katanya.

Selain kesiapan menghadapi bencana, Schramm turut menyoroti pemanfaatan fasilitas pemerintah, khususnya Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Sulut.

Ia menyayangkan adanya fasilitas dan ruangan yang belum dimanfaatkan secara optimal, padahal memiliki potensi untuk mendukung pelayanan sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Menurutnya, sejumlah pihak dari kabupaten/kota sebenarnya memiliki ketertarikan untuk memanfaatkan fasilitas tersebut, namun terkendala kondisi bangunan yang dinilai belum memadai.

“Banyak yang mau menyewa fasilitas di Bapelkes, tetapi kalau kondisinya seperti ini tentu sulit untuk ditempati,” ujarnya.

Schramm pun mendorong Dinkes Sulut segera mengusulkan anggaran perbaikan agar fasilitas tersebut dapat kembali produktif.

“Jadi tolong diupayakan pengajuan anggaran lewat dinas. Nanti kita lihat bagaimana bisa membantu,” tutupnya.

Politisi yang juga menjabat Ketua DPC Partai Gerindra Manado itu meminta Dinkes langsung menindaklanjuti sejumlah catatan dalam rapat tersebut tanpa harus memberikan jawaban panjang, agar langkah perbaikan dapat segera dilakukan.