MANADO, JELAJAHSULUT.COM – Pembahasan rencana penyertaan modal Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara kepada PT Bank SulutGo (BSG) untuk tahun anggaran 2027 kembali menjadi perhatian dalam pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2027.
Dalam pembahasan tersebut, Direktur Utama Bank SulutGo, Revino Pepah, menjelaskan kondisi permodalan perseroan sekaligus pentingnya penerapan skema Kelompok Usaha Bank (KUB) dalam memperkuat posisi BSG di tengah tuntutan regulasi perbankan.
Revino menyampaikan bahwa modal inti Bank SulutGo hingga pertengahan Juni 2026 berada di kisaran Rp1,648 triliun. Angka tersebut masih berada di bawah ketentuan modal inti minimum perbankan, sehingga diperlukan strategi penguatan permodalan secara berkelanjutan.
Menurutnya, kebutuhan penguatan modal tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya skema KUB yang telah dijalankan Bank SulutGo bersama PT Mega Corpora sejak akhir 2024.
Melalui skema KUB, BSG dapat memperoleh dukungan dan sinergi dari bank induk sekaligus memperkuat struktur usaha, tata kelola, serta daya saing perseroan.
Revino juga menjelaskan bahwa posisi modal inti BSG mengalami perubahan dibandingkan dengan posisi pada akhir 2025. Salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut adalah pembagian dividen pada Maret 2026, sementara laba berjalan pada pertengahan tahun masih dalam proses akumulasi.
Karena itu, penguatan modal tidak hanya menjadi kebutuhan untuk memenuhi ketentuan regulator, tetapi juga diperlukan untuk menjaga kemampuan Bank SulutGo dalam memperluas pembiayaan dan mendukung aktivitas ekonomi di Sulawesi Utara.
Pembahasan penyertaan modal tahun 2027 diharapkan dapat memberikan arah yang jelas terhadap strategi penguatan Bank SulutGo ke depan. Dukungan pemegang saham daerah dinilai tetap penting, terutama dalam menjaga kapasitas bank pembangunan daerah agar mampu menjalankan fungsi intermediasi dan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Dengan penguatan permodalan dan optimalisasi skema KUB, Bank SulutGo diharapkan semakin mampu menghadapi persaingan industri perbankan sekaligus memperluas pelayanan kepada masyarakat dan pelaku usaha di wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo.

Tinggalkan Balasan