RHK Selasa, 11 April 2023: Bersama Kristus, Mujizat Pasti Nyata

Markus 16:4

Perempuan-perempuan pengikut Yesus yang setia, yakni Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus serta Salome, tidak banyak berpikir sebelum ke kubur Yesus. Di jiwa mereka yang ada adalah semangat berkobar-kobar, ketulusan serta kesediaan dan kerelaan hati pergi melihat Yesus, meski sudah mati.

Bagi mereka, yang penting mereka pergi saja untuk merempahi dan meminyaki mayat Yesus. Padahal, sebelumnya mereka turut menurunkan mayat Yesus dari Salib, membawa dan menguburkan-Nya bersama Yusuf Arimatea dan Nikodemus. Jadi mereka pasti tahu sekali keadaan kubur dan mayat Yesus yang terbaring di dalamnya. Bahwa kubur yang baru digali oleh Yusuf itu, tertutup dengan batu yang sangat besar. Mereka sebagai perempuan tak mampu mendorong batu sebagai penutup kubur itu. Apalagi kubur itu telah dimeterai oleh Pilatus dan dijaga ketat oleh prajurit-prajurit yang gagah perkasa.

Tak terpikirkan sama sekali oleh para perempuan itu tentang batu yang besar itu dalam perjalanan mereka menuju kubur Yesus. Mereka hanya berjalan dalam keyakinan iman. Setelah mendekati kubur baru mereka spontan memikirkan dan memerbincangkan bagaimana caranya mengeluarkan batu yang sangat besar itu dari pintu kubur Yesus. Mereka terus berjalan hingga memasuki kawasan perkuburan itu. Baru saja mereka berpikir dan membahas itu, mereka terkejut ketika memandang kubur itu. Ternyata batu sudah terguling.

Memang tidak dikisahkan apa yang dilakukan para prajurit kekaisaran Romawi yang diperintahkan menjaga kubur Yesus. Padahal mereka adalah prajurit-prajurit terbaik pilihan Pilatus. Mereka tidak tahu dan tidak dapat berbuat apa-apa sama sekali dengan kubur yang terbuka dan sudah kosong itu.

Secara ajaib batu besar itu telah digulingkan. Oleh karena mujizat Allah, kubur itu terbuka dan kosong. Tidak ada yang membukanya. Para prajurit yang ditugaskan sebagai penjaga pun takut membuka kubur. Apalagi mengambil mayat Yesus. Mereka pasti dihukum kalau melakukan itu.

Para perempuan hanya fokus pada Yesus saja. Mereka tidak memikirkan perkara besar, melebih kekuatan mereka, dalam hal pintu kubur yang terbuka. Dan benarlah, mujizat terjadi. Apa yang tidak mereka pikirkan, disediakan Allah secara dahsyat, heran dan luar biasa. Batu besar sebagai penghalang, tidaklah jadi penghalang. Karena Allah melakukan tepat dan indah pada waktunya. Karena Tuhanlah yang berperkara bahkan berperang ganti kita dalam segala hal. Dialah yang menyelesaikan semuanya secara ajaib. Para perempuan ini hanya terheran-heran melihat karya besar Allah bagi mereka.

Ketika mereka melihat lebih dekat, semua kekuatiran mereka lenyap. Batu besar, bukanlah masalah besar. Tetapi berkat besar dan kasih karunia amat besar bagi orang benar yang tetap setia dalam kebenaran-Nya. Yah, bagi orang beriman, mujizat pasti terjadi. Apa yang tak pernah terpikirkan manusia, itulah yang Tuhan sediakan. Tuhan menyiapkan semuanya tepat dan indah pada waktunya. Batu itu terguling tanpa dibantu oleh siapapun juga.

Demikian firman Tuhan hari ini.
Tetapi ketika mereka melihat dari dekat, tampaklah, batu yang memang sangat besar itu sudah terguling. (ay 4)

Yesus kita sungguh ajaib. Tidak ada sesuatu apapun yang tidak dapat dilakukan-Nya. Apa saja yang dirancangkan-Nya, pasti terjadi. Para perempuan itu memegang teguh hal ini. Mereka sangat percaya Yesus adalah Tuhan. Bahwa apa yang disampaikan-Nya sebelum disalib, adalah benar. Yakni Dia akan bangkit pada hari ketiga setelah kematian-Nya.

Batu besar penutup kubur bukanlah penghalang, tapi sarana yang Tuhan pakai untuk menyatakan mujizat-Nya untuk umat manusia. Bahwa di dalam Tuhan Yesus, tidak ada yang tidak mungkin. Semua pasti terjadi. Mujizat pasti nyata. Tuhan pasti mengerjakan segala sesuatu sesuai dengan cara, kasih, kuasa dan waktunya Tuhan. Yakni dengan cara yang ajaib.

Para perempuan ini tidak mengandalkan akal untuk menggulingkan batu besar itu. Tapi mereka berjalan menurut imannya kepada Kristus. Mereka tidak memikirkan apa yang tidak dapat dijangkau akal dan pikiran-Nya, sebab itu adalah hak dan wilayahnya Tuhan. Merrka hanya pasrah penuh kepada Kristus Tuhan kita.

Kebangkitan Yesus adalah bukti kita memiliki Tuhan yang hidup. Masing-masing kita memiliki “batu penghalang” dalam hidup kita. Bahkan ada salib yang harus kita pikul. Tapi, lihatlah kuasa-Nya yang ajaib. Pandanglah pada kuasa dan kasih-Nya yang melampaui akal. Percayalah Dia akan melakukan perkara ajaib dalam hidup kita dan menyatakan mujizat-Nya untuk kita. Kita pasti diberkati-Nya selamanya. Amin

Doa: Tuhan Yesus, tuntun hidup kami agar selalu hidup menuruti kehendak-Mu dan berkatilah kami selalu. Amin

Syalom..

Taatlah kepada Tuhan dan lakukan kehendak-Nya

Salam sehat..

Tuhan Yesus memberkati bersama keluarga. Amin