RHK Rabu, 15 Maret 2023

Jangan Gugur Iman

Lukas 22:31-32

Yesus mengenal semua murid-murd-Nya, satu persatu. Pikiran, cara berbicara, karakter maupun kepribadian setiap murid-Nya, dikenal-Nya dengan sangat dalam. Tak terkecuali, si Batu Karang, Simon atau Petrus atau Kefas. Yesus sangat tahu, siapa sebenarnya Petrus, lebih dari Petrus mengenal dirinya sendiri.

Termasuk dalam hal menyangkal-Nya. Yesus tahu bahwa semua murid-Nya akan tergoncang imannya karena penderitaan, penyiksaan hingga proses Jalan Salib yang berujung pada kematian-Nya di Kayu Salib. Simon Petrus adalah salah satunya. Bahkan Yesus lebih tahu dari Petrus bahwa dirinya akan menyangkal Sang Mesias, Guru Agungnya. Yesus pun menyapa dia secara khusus dan membekalinya agar menjalani proses yang harus dia lewati.

Yesus mengungkapkan bahwa si Iblis sudah datang menuntut untuk menampi Simon bersama murid-murid lainnya seperti gandum. Mereka akan diproses digodai dan dinodai oleh perbuatan jahat iblis, yang akan menguji iman percaya dan ketaatan mereka kepada Kristus. Mereka akan tergoncang imannya dan akan melewati proses yang amat sangat berat dan menyakitkan. Namun, pada akhirnya, jika mereka terus setia kepada Kristus, mereka akan menang dan hidup berkemenangan dalam kebenaran Allah yang menyelamatkan mereka.

Dalam situasi yang amat sulit itu, Yesus mengingatkan Simon dan juga murid-murid-Nya agar jangan sampai gugur imannya masing-masing. Sebab Tuhan Yesus di tengah kepayahan atas penyiksaan yang dilakukan oleh para prajurit atas perintah para imam kepala dan tua-tua Yahudi, akan berdoa untuk Simon dan juga para murid-Nya

Maka Yesus mengingatkan agar meski mereka menghadapi pergumulan yang amat berat, jangan sampai kehilangan iman dan percayanya kepada Kristus. Jangan sampai gugur iman meski mereka terpaksa harus jatuh dalam pencobaan yang berat itu.

Namun, Yesus tetap mendoakan mereka. Jadi, Simon jangan sampai gugur imannya. Ketika dia sudah insaf, dia harus menguatkan dan meneguhkan iman saudara-saudaranya, sehingga mereka boleh melanjutkan tugas pemberitaan Injil di antara bangsa Israel bahkan ke seluruh penjuru dunia.

Yesus tahu bahwa Simon akan goyah imannya. Karena itu Yesus akan mendoakan secara khusus Simon agar tetap kuat dan mampu menghadapi semuanya itu. Dan, ketika dia telah lolos dari pencobaan dan insaf dari segala dosanya, dialah yang berperan membantu membangkitkan semangat iman saudara-saudaranya. Yesus tahu bahwa Simon mampu karena telah dimampukan oleh Kristus menjalani tugas dan tanggungjawab pelayanan itu.

Petrus memang jatuh akibat penyangkalannya tetapi Yesus tahu Petrus setia. Dia pasti akan insaf. Kepribadiannya sebagai batu karang akan bangkit. Itulah yang Yesus kehendaki bahwa Petrus ketika sudah insaf atau bertobat ikut membawa saudara-saudaranya kembali datang kepada Tuhan, memberitakan Injil bukan hanya di Israel, tapi ke seluruh dunia.

Demikian firman Tuhan hari ini.
“Simon, Simon, lihat, Iblis telah menuntut untuk menampi kamu seperti gandum,
tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu.” (ay 31, 32)

Simon digoncang imannya dengan sangat luar biasa. Murid Yesus juga sempat tercerai berai akibat beratnya intimidasi dan siksaan bagi Yesus dan pengikut-Nya seperti yang sudah dinubuatkan ratusan tahun sebelumnya.

Simon Petrus adalah murid Yesus. Toh dia sempat jatuh. Kitapun demikian. Tak luput dari dosa. Jika kita introspeksi diri, maka teringat dan terlihat jelas segala pelanggaran kita. Namun, ikutilah Simon. Jangan sampai goyah dan mengakibatkan kita gugur iman. Apapun persoalan yang kita hadapi dan sejauh apapun hidup kita jatuh dalam dosa, bertobatlah dan datanglah kepada Allah. Insaflah dan jangan sampai gugur iman. Berdoalah seperti teladan Kristus, sabar dan tekunlah mengikuti Dia, taat dan setialah kepada-Nya.

Doakanlah saudara kita seperti Kristus mendoakan Petrus. Bertobatlah dan bangkitlah. Jadilah kuat untuk menguatkan sesama dan membawa jiwa-jiwa datang kepada Kristus untuk diselamatkan, baik dalam hidup di bumi maupun di sorga.

Jangan gugurkan iman kita, meski kita melewati jalan sengsara hidup di dunia. Kita memang harus memikul salib. Tetapi yakinlah, Tuhan Yesuslah yang akan menguatkan kita. Yang penting kita harus insaf dari dosa, datang kepada-Nya dan hidup dalam pertobatan. Jangan sampai gugur iman.

Tetapi kuatkan dan teguhkan iman dan percaya kita pada Kristus, Dia pasti menjaga dan melindungi hidup kita dalam segala hal. Berkat, rahmat dan anugerah-Nya menyertai hidup kita dalam setiap jejak langkah kita, asal kita hidup saling mendoakan dan memraktikkan cara hidup yang benar di hadapan-Nya. Amin

Doa: Tuhan Yesus, mampukan kami hidup dalam pertobatan dan tolong agar kami tidak gugur iman, tapi selalu melakukan yang paling baik untuk Tuhan. Amin

Syalom..

Jangan gugurkan iman. Hiduplah dalam pertobatan

Salam sehat..

Tuhan Yesus memberkati slalu bersama keluarga. Amin