Bacaan: 2 Korintus 5:13-15

Penginjilan rasul Paulus di Korintus terbilang berhasil. Banyak orang menjadi percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat dunia. Mereka datang dari berbagai kalangan. Baik keturunan Yahudi, maupun orang Yunani, atau non Yahudi lainnya. Paulus juga banyak melahirkan banyak kader sebagai pemimpin yang memimpin jemaat.

Namun di balik keberhasilan pelayanannya itu, ada juga yang sirik, iri dan dengki padanya. Banyak orang merasa tersaingi dan akhirnya memusuhi dia. Mereka menjadi guru palsu yang menyampaikan Injil palsu dan menyesatkan jemaat. Paulus mengingatkan agar jemaat hati-hati dengan mereka.

Karena pelayanannya yang luar biasa, Paulus dituding tidak menguasai diri dan tidak benar. Padahal Paulus telah melakukan segala kebenaran Kristus dan mengajarkan tentang Injil yang sesungguhnya. Terhadap tudingan itu, Paulus mengembalikannya kepada Tuhan. Sebab apa yang dia lakukan adalah untuk kemuliaan Tuhan. Karena dia mengatakan tudingan itu adalah bagian yang harus dia tanggung sebagai pelayan Tuhan. Maka hal itu dikembalikannya kepada Kristus.

Sedangkan bagian pelayanannya yang dianggap baik, dipersembahkannya untuk kepentingan jemaat yang dia layani. Itu adalah untuk kemegahan jemaat, umat Tuhan di dalam Kristus Yesus. Sebab, dia dan pelayanan penginjilannya ada dalam kekuasaan dan kendali Tuhan Yesus. Sehingga, Paulus dan pelayanannya berada dalam pengendalian-Nya. Bukan dalam kekuasaan dan kendali diri sendiri.

Jadi penguasaan diri Paulus adalah penguasaan diri dalam pengendalian kuasa dan kasih Kristus. Bukan atas kemauan dan kepentingan dirinya sendiri. Bukan dikendalikan dan dikuasai oleh diri Paulus sendiri. Tapi dalam kendali dan penguasaan Kristus. Dialah yang mengendalikan, menguasai dan mengatur pelayanan dan penginjilan serta kehidupan Paulus. Paulus tunduk pada kendali kuasa Tuhan Yesus.

Mengapa? Karena Tuhan Yesus telah berkorban, mati tersalib untuk kita umat yang percaya pada-Nya. Dia tidak hidup untuk diri-Nya, dan tidak mati untuk Dia. Tapi Dia hidup menjadi manusia dan mati tersalib untuk kehidupan kita. Karena itu, ketika kita hidup, kitapun harus hidup untuk Dia, dan ketika kita mati, kita mati di dalam Dia, sehingga kita beroleh kehidupan untuk selama-lamanya dalam kebahagiaan bersama-Nya di sorga mulia. Dialah yang mengatur, menguasai dan mengendalikan hidup kita.

Demikian firman Tuhan hari ini.
“Sebab jika kami tidak menguasai diri, hal itu adalah dalam pelayanan Allah, dan jika kami menguasai diri, hal itu adalah untuk kepentingan kamu.
Sebab kasih Kristus yang menguasai kami, karena kami telah mengerti, bahwa jika satu orang sudah mati untuk semua orang, maka mereka semua sudah mati. (ay 13-14)

Paulus mengajarkan kepada jemaat Korintus agar hidup dalam pengendalian diri yang benar. Pengendalian diri yang dimaksud Paulus bukan untuk kepentingan diri sendiri. Juga bukan untuk pementingan kelompok kita dan demi keinginan duniawi. Namun dalam kendali kuasa kasih Kristus.

Maksud Paulus adalah jemaat harus hidup bersama, tidak egois. Tuhan Yesus telah memberi teladan tentang hal itu. Dia rela berkorban dan menyerahkan diri-Nya sebagai persembahan yang sempurna bagi kita. Karena itu hendaklah kita juga pasrah sempurna dalam kendali-Nya. Sebab Dia selalu merancangkan damai sejahtera, bahagia dan sukacita serta masa depan Gilang gemilang bagi kita. Asal kita hidup dalam kendali dan kuasa kasih Kristus.

Jadi, yang menjadi kendali yang menguasai diri kita adalah Kristus. Yakni kita hidup dalam kehendak-Nya. Kita melakukan firman-Nya. Kita hidup dalam ketaatan kepada perintah-Nya, mengikuti segala teladan dan pengajaran-Nya yang sempurna. Hendaklah kita hidup dalam kuasa dan kendali Kristus. Jangan egois dan menguasai diri sendiri untuk kepentingan sesaat yang semu dan sifatnya sementara. Sebab itu adalah jebakan iblis untuk menjerat kita jatuh dalam dosa kesombongan dan keegoisan.

Tetapi hendaklah kendali diri kita senantiasa berada dalam terang firman-Nya. Sehingga semua yang kita lakukan dan kerjakan terarah dan tertuju untuk memuliakan Dia. Jika kita hidup dalam kendali-Nya, kita tak akan tersesat, tapi kita hidup di Jalan Lurus, Jalan Kebenaran Kristus, yang membahagiakan dan mendamaikan kita baik di bumi maupun di sorga.

Demikianlah kehidupan kita sebagai keluarga dan jemaat Kristen. Ingatlah bahwa kita tidak hidup untuk diri kita sendiri. Tapi kita hidup untuk Tuhan agar jadi berkat bagi sesama. Sehingga hidup kita selalu berkenan pada-Nya dan menjadi kemuliaan nama-Nya turutilah kehendak-Nya dan lakukanlah firman-Nya dalam ketaatan. Maka diberkatilah kita bersama keluarga dalam segala hal sampai selamanya. Amin

Doa: Tuhan Yesus, tuntun dan kendalikanlah hidup kami hanya fokus dan tertuju untuk memuliakan Bapa. Pakailah kami jadi berkat bagi sesama dan berkatilah kami dalam segala hal. Amin

Syalom..

Kuasailah diri dan arahkanlah hidup kita hanya untuk kemuliaan Kristus.

Tetap patuhi protokol kesehatan

Semangat mengabdi n melayani. Tuhan Yesus memberkati slalu bersama keluarga. Amin