MANADO,JELAJAHSULUT.COM— Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Sulawesi Utara bekerja sama dengan perwakilan Kedutaan Besar Jepang menggelar kegiatan edukasi terkait program pemagangan kerja ke Jepang.

Kegiatan tersebut berlangsung di SMK Negeri 3 Manado dan SMA Negeri 1 Manado, Selasa (5/5/2026).

Dalam kegiatan ini, turut hadir perwakilan Asosiasi Penyelenggara Pemagangan Luar Negeri (AP2LN) serta LPK Yuta Tengker Mulia yang memberikan informasi langsung kepada para siswa mengenai peluang kerja di Jepang.

Kepala Bidang Hubungan Industrial Disnakertrans Sulut, Arthur Lendeng, menjelaskan bahwa program pemagangan ke Jepang merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di bidang vokasi, sebagaimana menjadi fokus kepemimpinan Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus.

Menurut Arthur, pihaknya mendorong agar lulusan sekolah menengah memiliki kesiapan untuk langsung terjun ke dunia kerja, termasuk melalui jalur pemagangan luar negeri.

Ia juga mengungkapkan bahwa kebutuhan tenaga kerja asal Sulawesi Utara di Jepang cukup besar, mencapai sekitar 2.000 orang setiap tahun.

Namun, jumlah yang terpenuhi saat ini masih berkisar 500 orang, sehingga diperlukan sinergi dengan berbagai pihak, termasuk sektor pendidikan, guna meningkatkan angka tersebut.

Sementara itu, perwakilan Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, Kakeru Fujiyama, menyampaikan bahwa Jepang membuka banyak peluang kerja bagi tenaga asing, termasuk dari Indonesia.

Melalui penerjemah, Fujiyama menyebutkan bahwa tenaga kerja Indonesia dikenal memiliki etos kerja yang baik dan disiplin, sehingga cukup diminati di Jepang.

Ia juga menambahkan bahwa selama ini mayoritas pekerja Indonesia di Jepang berasal dari Pulau Jawa.

Oleh karena itu, pihaknya berharap semakin banyak generasi muda dari Sulawesi Utara, khususnya Manado, yang tertarik untuk bekerja di Jepang.

Kepala SMA Negeri 1 Manado, Jemmy Jermias, menyatakan dukungannya terhadap kegiatan tersebut.

Ia menilai program ini dapat membuka wawasan siswa terkait peluang karier di luar negeri.

Jemmy juga mengungkapkan bahwa sekolahnya telah menyediakan mata pelajaran Bahasa Jepang sebagai pilihan, bahkan salah satu siswanya pernah meraih prestasi dalam lomba pidato Bahasa Jepang.

Kegiatan ini diharapkan dapat memotivasi para siswa untuk mempersiapkan diri sejak dini dalam menghadapi peluang kerja global, khususnya di Jepang.