MANADO, JELAJAHSULUT.COM — Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) resmi menerapkan sistem kerja dari rumah atau Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, dalam apel kerja perdana usai libur hari raya.

Sekretaris DPRD Sulut, Niklas Silangen, menjelaskan bahwa penerapan WFH dijadwalkan setiap hari Rabu dan Kamis bagi seluruh ASN di lingkungan Sekretariat DPRD Sulut.

“Sesuai arahan Gubernur Sulut Yulius Selvanus dalam apel kerja perdana, WFH dilaksanakan setiap hari Rabu dan Kamis,” ujar Silangen saat dikonfirmasi, Senin (30/3/2026).

Meski demikian, ia menegaskan bahwa kebijakan WFH bukanlah hari libur tambahan, melainkan sistem kerja alternatif yang tetap menuntut tanggung jawab penuh dari setiap pegawai.

“WFH bukan cuti, tapi kerja dari rumah. Tugas wajib harus tetap dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” tegasnya mengutip arahan gubernur.

Sebelumnya, dalam apel perdana, Gubernur Yulius Selvanus menyampaikan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk mendorong efisiensi energi di lingkungan perkantoran tanpa mengurangi produktivitas kerja.

Ia juga mengingatkan seluruh ASN untuk tetap menjaga integritas serta memberikan pelayanan publik secara optimal, meskipun bekerja dari rumah.

Penerapan WFH terbatas ini diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi (work-life balance), sekaligus menjadi bagian dari adaptasi birokrasi terhadap pola kerja modern.

Pemerintah memastikan bahwa kualitas pelayanan publik tidak akan menurun. ASN diminta tetap responsif, profesional, dan menjalankan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) secara maksimal.

“Balas kesejahteraan negara dengan kinerja maksimal. Kantor harus tetap aman dan hemat energi,” pungkas Yulius Selvanus.

Dalam kesempatan yang sama, gubernur juga menyampaikan ucapan selamat merayakan Idul Fitri dan Nyepi kepada seluruh ASN yang merayakan, serta mengajak seluruh jajaran untuk kembali fokus membangun daerah pasca-libur panjang.