MANADO, JELAJAHSULUT.COM — Politeknik Negeri Manado (Polimdo) terus memperkuat komitmennya dalam pengembangan kampus berkelanjutan melalui keterlibatan mahasiswa dan dosen pada forum internasional International Student Leaders Meeting on Sustainability di Taiwan.
Kegiatan tersebut akan diikuti mahasiswa Teknik Sipil David Pustim Oliver bersama dosen pendamping Steve Supit pada Juli 2026 mendatang. Forum dunia itu mempertemukan generasi muda dari berbagai negara untuk membahas sistem keberlanjutan, perlindungan lingkungan, serta strategi menghadapi tantangan global.
Wakil Direktur Polimdo Bidang Perencanaan dan Kerjasama Juliet Makinggung, Kamis (7/5/2026) menilai keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari upaya Polimdo dalam mengembangkan konsep green campus yang selama ini telah dijalankan.
“Forum dunia ini bertujuan mengedukasi generasi muda untuk berfokus pada sistem yang berkelanjutan,” ujar dia.
Disebutkan, Polimdo selama beberapa tahun terakhir telah aktif menjalankan berbagai program berbasis lingkungan yang sejalan dengan indikator Sustainable Development Goals (SDGs) dan indikator kinerja utama kementerian.
“Bahkan sebelum indikator kinerja utama dari kementerian disampaikan, Politeknik Negeri Manado sebenarnya sudah banyak melakukan pengembangan terkait ekosistem lingkungan kampus,” katanya.
Kontribusi David dan Mersif dinilai memberikan dampak besar bagi institusi, khususnya dalam edukasi pengelolaan lingkungan berkelanjutan di lingkungan kampus.
“Ini menjadi fokus edukasi pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan di kampus kita,” jelasnya.
Pihak kampus berharap keterlibatan keduanya menjadi titik awal lahirnya lebih banyak mahasiswa dan dosen Polimdo yang mampu tampil serta memberikan kontribusi nyata di tingkat internasional.
“Kami berharap ini menjadi starting point bagi mahasiswa-mahasiswa lain tentang pentingnya menjaga lingkungan,” ungkapnya.
Dalam konferensi internasional di Taiwan nanti, peserta akan membahas berbagai ide dan strategi global terkait perlindungan lingkungan. Hasil diskusi tersebut nantinya diharapkan dapat diterapkan dan dibagikan kembali di lingkungan Polimdo.
“Mereka akan membawa ide-ide dan strategi global yang nantinya bisa dibagikan kembali bagi institusi Politeknik Negeri Manado,” katanya.
Polimdo juga menyebut keterlibatan mahasiswa dan dosennya di forum internasional menjadi bukti bahwa pendidikan vokasi di Sulawesi Utara mampu memberikan kontribusi terhadap isu global, khususnya di bidang lingkungan dan keberlanjutan.
“Kami bangga karena ternyata kita mampu memberikan dampak dan kontribusi bagi dunia secara global,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan