JELAJAHSULUT.COM— Konsul Jenderal Filipina, Mary Jennifer Domingo Dingal, melakukan kunjungan resmi dan pertemuan dengan Kepala Badan Pengelola Kawasan Perbatasan, Henry Kaitjily, bersama jajaran pada Selasa (14/4), bertempat di Kantor Badan Pengelola Kawasan Perbatasan.
Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kerja sama, dengan fokus pada penguatan hubungan bilateral di kawasan perbatasan, khususnya antara Indonesia dan Filipina.
Dalam diskusi, kedua pihak membahas berbagai peluang kerja sama strategis, di antaranya pengembangan sektor perikanan, khususnya komoditas ikan tuna, yang dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di wilayah perbatasan. Selain itu, turut dibahas pula potensi kerja sama di bidang ekonomi kreatif, seperti promosi dan pengembangan batik khas Manado sebagai produk unggulan daerah.
Tak hanya itu, pertemuan ini juga membahas peluang penguatan hubungan antardaerah melalui skema kerja sama sister city dan sister province. Inisiatif ini diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas, mencakup pertukaran budaya, pendidikan, pariwisata, serta pengembangan ekonomi lokal antara wilayah di Indonesia dan Filipina.
Kepala Badan Pengelola Kawasan Perbatasan menyampaikan bahwa sinergi antarnegara, khususnya di wilayah perbatasan, menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Sementara itu, Konsul Jenderal Filipina menyambut baik berbagai peluang kerja sama yang dibahas, serta menyatakan komitmennya untuk terus mempererat hubungan antara kedua negara melalui kolaborasi konkret di berbagai sektor.
Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kerja sama lintas batas yang saling menguntungkan, sekaligus membuka peluang baru bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di kawasan perbatasan.

Tinggalkan Balasan