MINAHASA ,JELAJAHSULUT.COM— Sebanyak 25 petambak ikan air tawar di Desa Paslaten, Kecamatan Kakas, Kabupaten Minahasa, mengikuti pelatihan optimalisasi penjualan dan pengelolaan keuangan usaha untuk meningkatkan pendapatan serta memperkuat keberlanjutan usaha mereka.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Kemitraan Masyarakat Klaster 2 (PKM-K2) yang dilaksanakan pada 11 September 2026. Program ini diarahkan untuk meningkatkan kapasitas petambak dalam mengelola usaha, mengoptimalkan penjualan dan pemasaran, sekaligus membangun tata kelola keuangan yang lebih baik.

Tim PKM-K2 diketuai Dr. Agus Supandi Soegoto, SE., MSi, dengan anggota Yantje Uhing, SE., MSi dan Dr. Deasy Soeikromo, SH., MH. Kegiatan juga melibatkan mahasiswa Alexandra Cecilia Lintong, Andini Pratiwi Soegoto dan Angela Mericy Pantow.
Pelatihan dilaksanakan melalui penyuluhan interaktif, praktik langsung, evaluasi dan pendampingan. Peserta mendapatkan materi mengenai manajemen usaha, teknik penjualan, strategi pemasaran, pencatatan arus kas, pembukuan transaksi, penetapan harga serta perencanaan pengembangan usaha.

Fokus pelatihan tidak hanya pada peningkatan kemampuan menjual produk, tetapi juga bagaimana petambak dapat mengetahui secara lebih jelas kondisi keuangan usaha, termasuk menghitung pemasukan, pengeluaran, biaya produksi dan keuntungan.
Hasil evaluasi menunjukkan rata-rata tingkat pemahaman peserta mencapai 90 persen. Setelah mengikuti pelatihan, peserta mulai menerapkan pencatatan transaksi, menyusun perencanaan usaha dan laba, serta memanfaatkan smartphone dan aplikasi keuangan digital untuk mendukung pengelolaan usaha.
Program tersebut menunjukkan bahwa pendekatan pelatihan berbasis praktik yang disertai pendampingan dapat membantu memperkuat kapasitas manajemen dan tata kelola usaha petambak ikan di kawasan Danau Tondano.
Tim PKM-K2 merekomendasikan agar pendampingan dilakukan secara berkelanjutan. Pengembangan aplikasi keuangan sederhana serta penguatan pemasaran digital juga dinilai penting untuk membantu petambak memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing produk.
Dengan peningkatan kemampuan dalam mengelola keuangan, menentukan harga, memasarkan produk dan merencanakan pengembangan usaha, petambak di Desa Paslaten diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan penjualan, tetapi juga memiliki fondasi usaha yang lebih tertata dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan