By Johnny Alexander
Gabriel dan Faith Pulang ke Tanah Bumi Nyiur Melambai, Disambut Penuh Sukacita oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara
Bakesbangpolda Sulut, 22 Agustus 2026 — Ada kebanggaan yang tidak selalu harus diterjemahkan dalam kata-kata. Ia hadir dalam senyum, pelukan, dan sambutan hangat ketika dua putra-putri terbaik Sulawesi Utara, Gabriel Gilbert Miller Kamasi dan Faith Louisa Tabita Maengkom, kembali ke Tanah Bumi Nyiur Melambai setelah menuntaskan tugas mulia sebagai Paskibraka Tingkat Nasional Tahun 2026.
Kepulangan keduanya pada Sabtu, 22 Agustus 2026, menjadi momentum istimewa bagi Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, Gabriel dan Faith disambut penuh sukacita sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi atas dedikasi mereka membawa nama Sulawesi Utara ke panggung nasional dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Atas nama Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, S.E., penyambutan diwakili oleh Kaban Kesbangpol Daerah Sulut, Johnny Alexander Suak, S.E., M.Si., bersama Paskibraka Tingkat Provinsi Sulut, Kaban Kesbangpol Kabupaten Minahasa dan Kota Kotamobagu, para pelatih, pamong, serta jajaran staf Badan Kesbangpol Daerah Sulut.
Setelah penyambutan di bandara, rangkaian kegiatan dilanjutkan di Kantor Gubernur Sulawesi Utara, Ruang CJ Rantung. Dalam kesempatan tersebut dilaksanakan penyerahan Gabriel dan Faith dari perwakilan BPIP, Bapak Budi, kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara yang diwakili oleh Kaban Kesbangpol Daerah Sulut.
Momentum tersebut bukan sekadar seremoni administratif. Di balik penyerahan itu terdapat sebuah pesan penting: tugas negara telah ditunaikan, amanah telah diselesaikan, dan dua anak muda Sulawesi Utara telah kembali membawa pengalaman serta keteladanan untuk ditularkan kepada generasi berikutnya.
Paskibraka bukan sekadar persoalan baris-berbaris atau mengibarkan Sang Merah Putih. Di dalamnya terdapat proses pembentukan karakter—disiplin, loyalitas, tanggung jawab, ketangguhan, kepemimpinan, dan kecintaan kepada tanah air. Gabriel dan Faith telah menunjukkan bahwa generasi muda Sulawesi Utara memiliki kapasitas untuk berdiri sejajar dengan putra-putri terbaik bangsa.
Karena itu, penyambutan kepulangan mereka patut dimaknai sebagai penghormatan terhadap sebuah perjuangan. Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara tidak hanya menyambut dua orang pelajar, tetapi menyambut simbol keberhasilan pembinaan generasi muda yang memiliki karakter kebangsaan dan semangat pengabdian.
Gabriel dan Faith telah menyelesaikan tugas mulia. Kini saatnya pengalaman mereka menjadi inspirasi. Dari tanah Bumi Nyiur Melambai, mereka telah belajar berdiri tegak di hadapan bangsa. Dan dari tanah yang sama, mereka diharapkan terus melangkah menjadi generasi yang berani bermimpi, disiplin dalam bekerja, serta siap mengabdikan kemampuan bagi daerah dan Indonesia.
Kepulangan keduanya menjadi cerita kebanggaan baru bagi Sulawesi Utara. Lebih dari itu, ia menjadi pesan kepada seluruh generasi muda: kesempatan untuk mengharumkan nama daerah dan bangsa selalu terbuka bagi mereka yang mau mempersiapkan diri, bekerja keras, menjaga disiplin, dan berani mengambil tanggung jawab.
Dari Bumi Nyiur Melambai untuk Indonesia.
Gabriel dan Faith telah menunaikan tugasnya.
Sang Merah Putih telah mereka jaga kehormatannya. Kini semangat perjuangan itu harus terus dilanjutkan menuju Indonesia Emas 2045.

Tinggalkan Balasan