JELAJAHSULUT.COM-Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mematok target ambisius untuk pemerataan akses keuangan. Bersama Provinsi Gorontalo, Sulut menargetkan Indeks Inklusi Keuangan tembus 94,54 persen pada tahun 2029.
Target tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) se-Sulawesi Utara dan Gorontalo Tahun 2026 yang berlangsung di NDC Manado, Rabu (29/7/2026).
Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menegaskan, akses keuangan harus dipandang lebih luas dari sekadar urusan perbankan.
Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Sulut Jemmy Ringkuangan, Gubernur menyebut akses keuangan adalah mesin penggerak ekonomi rakyat.
“Akses keuangan bukan lagi sekadar membuka rekening bank atau penyaluran kredit. Ini adalah instrumen pembangunan untuk memperluas kesempatan usaha, meningkatkan produktivitas, mengurangi kesenjangan, dan mempercepat transformasi ekonomi,” kata Ringkuangan membacakan sambutan Gubernur.
Saat ini, kolaborasi di kawasan utara Sulawesi ditopang 16 TPAKD di tingkat provinsi dan kabupaten/kota di Sulut serta 7 TPAKD di Gorontalo. Sinergi ini dinilai strategis karena kedekatan historis, budaya, dan jalur perdagangan kedua provinsi.
Didukung OJK dan Bank Indonesia, Rakorwil ini menyepakati tiga fokus utama: pertama, penguatan UMKM dan startup melalui kredit yang lebih mudah diakses; kedua, optimalisasi produk keuangan berbasis keunggulan lokal; dan ketiga, digitalisasi pelaporan melalui aplikasi SI-TPAKD.
Menurut Ringkuangan, penguatan inklusi keuangan akan memberikan efek domino terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM), penurunan kemiskinan, dan pengurangan kesenjangan wilayah. Program ini juga selaras dengan RPJPN 2025-2045 dan RPJMD Sulut 2025-2029.
“Dengan semangat ‘Torang Samua Basudara’ dari Sulawesi Utara dan filosofi kuat masyarakat Gorontalo, sinergi kedua provinsi ini akan menjadi kekuatan besar yang mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan utara Indonesia,” tandasnya.
Sementara Kepala OJK SulutGo Robert H. Sianipar mengungkapkan, TPAKD Provinsi Sulut masuk nominasi TPAKD terbaik tingkat provinsi se-Sulawesi, sementara TPAKD Kota Gorontalo masuk nominasi terbaik tingkat kota.
“Capaian tersebut merupakan bukti nyata semakin kuatnya kolaborasi dalam mendorong literasi dan inklusi keuangan. Ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas implementasi program TPAKD,” ujar Sianipar.
Ia berharap di ajang TPAKD Award 2026, TPAKD di Sulut dan Gorontalo tidak hanya meraih nominasi, tetapi mampu menjadi pemenang melalui inovasi yang bermanfaat nyata bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan