MANADO, JELAJAHSULUT.COM – Mahasiswa Jurusan Pariwisata Politeknik Negeri Manado (Polimdo) mendapat kesempatan untuk belajar langsung dari praktisi industri perhotelan melalui kuliah umum yang menghadirkan General Manager Hotel Aston Manado, Dikdik Solehudin, SH.

Kegiatan yang digelar di lingkungan Polimdo, Rabu (12/8/2026), tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mendapatkan gambaran mengenai dunia kerja sekaligus strategi membangun karier di industri pariwisata dan perhotelan.

Dalam kesempatan itu, Dikdik Solehudin membagikan perjalanan kariernya yang dimulai dari posisi paling dasar sebagai waiter. Dari sana, ia kemudian berpindah ke bagian front office hingga berhasil meraih penghargaan sebagai karyawan terbaik.

Perjalanan tersebut terus berlanjut hingga dirinya dipercaya menduduki posisi Hotel Manager pada usia 25 tahun, sebelum kemudian menjadi General Manager Hotel Aston Manado.

Kisah tersebut menjadi gambaran bahwa perjalanan karier di industri pariwisata membutuhkan proses, ketekunan dan kemauan untuk terus mengembangkan kemampuan.

Dikdik juga menekankan pentingnya memiliki visi yang jelas dalam menentukan arah karier.

Menurutnya, salah satu kunci keberhasilan dalam industri perhotelan adalah kemampuan memberikan pelayanan terbaik sehingga mampu menciptakan kepuasan bagi tamu.

“Visi yang jelas akan membawa kapal ke dermaga tujuan,” ujar Dikdik saat memberikan materi.

Ia juga mengingatkan mahasiswa bahwa sektor pariwisata memiliki peluang karier yang luas. Namun, peluang tersebut harus diimbangi dengan ketangguhan mental, pendidikan yang kuat serta kemauan untuk terus meningkatkan kompetensi.

Dikdik mendorong mahasiswa agar tidak hanya mengejar kemampuan teknis, tetapi juga membangun karakter dan sikap melayani.

“Yang penting kita punya ketangguhan dan benar-benar fokus ke dunia pendidikan. Jika fondasi ilmu kuat dan sikap melayani tulus, kesuksesan di industri ini akan mengikuti,” katanya.

Kuliah umum tersebut mendapat antusiasme dari mahasiswa Jurusan Pariwisata Polimdo. Pengalaman yang dibagikan praktisi industri diharapkan dapat menjadi bekal sekaligus motivasi bagi mahasiswa dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan.

Kegiatan ini juga memperlihatkan pentingnya keterhubungan antara pendidikan vokasi dan dunia industri dalam mempersiapkan sumber daya manusia pariwisata yang kompeten dan siap bersaing.

(red)