JELAJAHSULUT.COM-Museum Negeri Sulawesi Utara akhirnya memasuki babak baru. Bangunan yang selama puluhan tahun identik dengan kesan tua dan terbengkalai itu kini tampil modern, interaktif, dan diproyeksikan menjadi pusat edukasi budaya berbasis digital di kawasan timur Indonesia.

Peresmian wajah baru museum dilakukan langsung oleh Fadli Zon bersama Gubernur Yulius Selvanus di Manado, Jumat (22/5/2026) malam.

Transformasi museum ini menjadi sorotan karena sebelumnya fasilitas budaya tersebut sempat berada dalam kondisi memprihatinkan.

Bahkan, pernah muncul wacana untuk mengalihfungsikan bangunan tersebut akibat minimnya perhatian dan kerusakan yang terus terjadi selama hampir empat dekade.

Kini, situasinya berubah drastis. Revitalisasi yang dimulai sejak pertengahan 2025 menghadirkan konsep museum modern dengan dukungan teknologi visual interaktif, sistem informasi virtual, hingga penataan ruang pamer yang lebih atraktif bagi generasi muda.

Gubernur Yulius Selvanus menyebut kebangkitan museum ini merupakan hasil kerja bersama banyak pihak, termasuk kontribusi ide kreatif dari anak-anak muda Sulawesi Utara.

β€œIni bukan hanya renovasi bangunan, tetapi upaya menyelamatkan identitas budaya daerah,” kata Yulius dalam sambutannya.

Menurutnya, museum yang menyimpan sekitar 2.000 koleksi sejarah tersebut diharapkan menjadi ruang belajar yang lebih dekat dengan masyarakat, sekaligus destinasi wisata baru di Sulawesi Utara.

Sementara itu, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menilai potensi Museum Negeri Sulut sangat besar untuk berkembang menjadi salah satu museum unggulan di Indonesia.

Ia menegaskan pemerintah pusat akan terus memberikan dukungan pengembangan melalui skema Dana Alokasi Khusus (DAK) agar penguatan fasilitas dan kualitas pelayanan museum dapat berlanjut pada tahun mendatang.
Peresmian museum berlangsung meriah dengan nuansa budaya khas Sulawesi Utara.

Sejumlah pertunjukan teater tradisional dan tarian daerah ditampilkan untuk menyambut para tamu undangan.

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga memberikan penghargaan kepada para tokoh budaya dan seniman yang dinilai berjasa menjaga warisan budaya daerah. Bantuan alat musik kolintang turut diserahkan kepada sejumlah sanggar seni lokal sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian seni tradisional.

Kehadiran museum dengan konsep baru ini dinilai menjadi simbol kebangkitan sektor kebudayaan di Sulawesi Utara, sekaligus penanda bahwa ruang sejarah kini bisa dikemas lebih modern tanpa kehilangan akar tradisinya.