JELAJAHSULUT.COM — Massa dari gabungan organisasi kemasyarakatan (ormas) dan aliansi masyarakat mendatangi Gedung DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Rabu (1/4/2026), untuk menggelar aksi damai.

Aksi tersebut digelar sebagai bentuk penyampaian aspirasi terkait sejumlah persoalan krusial, khususnya di bidang infrastruktur dan pertanahan yang dinilai perlu mendapat perhatian serius pemerintah.

Meski hujan mengguyur kawasan Kantor DPRD Sulut, semangat massa tidak surut. Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat, serta diwarnai orasi yang menuntut solusi konkret dari pihak terkait.

Di tengah situasi itu, dua anggota DPRD Sulut, Nick A. Lomban dan Berty Kapojos, memilih keluar dari gedung untuk menemui langsung para demonstran. Keduanya tampak rela basah kuyup demi berdialog dengan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, para legislator menyampaikan penghargaan atas keteguhan massa yang tetap menyuarakan aspirasi meskipun cuaca tidak bersahabat.

“Kami menghargai kehadiran bapak dan ibu sekalian yang datang dengan itikad baik. Aspirasi ini akan kami terima dan bahas bersama,” ujar Nick Lomban di hadapan peserta aksi.

Untuk menindaklanjuti aspirasi tersebut, DPRD Sulut membuka ruang dialog dengan mengundang sekitar 30 orang perwakilan massa masuk ke dalam gedung guna melakukan pembahasan lebih mendalam.

DPRD juga memastikan bahwa setiap tuntutan yang disampaikan akan diteruskan dan dikawal hingga ke instansi terkait.

“Semua masukan ini akan kami tindaklanjuti secara serius,” tegas para anggota dewan, didampingi Pelaksana Tugas Sekretaris DPRD Sulut, Niklas Silangen.
Sementara itu, hingga proses peliputan berlangsung, perwakilan massa aksi tengah bersiap mengikuti pertemuan resmi bersama pihak DPRD untuk membahas langkah-langkah penyelesaian atas berbagai persoalan yang diangkat dalam aksi tersebut.