MANADO,JELAJAHSULUT.COM— Kondisi antrean kendaraan yang selama ini mewarnai sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Manado mendadak berubah saat rombongan Komisi VI DPR RI melakukan kunjungan kerja dalam rangka reses di Sulawesi Utara, Selasa (11/8/2026).

Antrean panjang kendaraan yang biasanya terlihat saat pengisian solar bersubsidi, bahkan kerap disebut menyebabkan kepadatan lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama, justru tidak tampak ketika rombongan anggota DPR RI melintas di sejumlah SPBU di Kota Manado.

Situasi tersebut sontak mengundang perhatian Ketua Tim Kunjungan Kerja Komisi VI DPR RI, Nurdin Halid.

Nurdin mengaku heran melihat kondisi SPBU yang relatif lengang, sementara sebelumnya pihaknya telah menerima laporan mengenai panjangnya antrean solar di sejumlah wilayah Sulawesi Utara.

“Ada apa?” ujar Nurdin sembari tertawa saat melihat kondisi tersebut.

Menurut Nurdin, kondisi itu menjadi catatan tersendiri bagi Komisi VI DPR RI, khususnya terkait pengawasan terhadap distribusi energi di daerah.

Sorotan tersebut mengarah pada pelaksanaan distribusi BBM oleh PT Pertamina Patra Niaga Sales Area Retail SulutGo di Manado.

Sebelum melakukan kunjungan lapangan, rombongan Komisi VI DPR RI telah menerima berbagai laporan mengenai persoalan antrean BBM jenis solar di Sulawesi Utara. Antrean disebut terjadi hampir setiap hari di sejumlah SPBU dan dalam kondisi tertentu berdampak terhadap kelancaran arus lalu lintas.

Namun, kondisi berbeda justru terlihat ketika rombongan DPR RI melakukan peninjauan langsung.

Pastikan Distribusi BBM dan LPG Lancar

Nurdin Halid mengatakan, kunjungan kerja Komisi VI DPR RI ke Sulawesi Utara tidak hanya berkaitan dengan persoalan antrean solar, tetapi juga untuk memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi energi bagi masyarakat.

Ia didampingi anggota DPR RI daerah pemilihan Sulawesi Utara, Christiany Eugenia Paruntu (CEP).

“Ya, jadi yang pertama, kita ingin memastikan ketersediaan energi di daerah Sulawesi Utara, khususnya distribusi BBM, distribusi LPG. Kemudian jangan sampai listrik mati, hidup, mati, hidup,” ujar Nurdin Halid di Manado, Selasa (11/8/2026).

Menurutnya, ketersediaan energi merupakan salah satu indikator penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah.

Ia menilai, daerah yang tengah berkembang menuju taraf modern membutuhkan jaminan pasokan energi yang stabil, baik BBM, LPG maupun listrik.

Karena itu, Komisi VI DPR RI akan memberikan perhatian terhadap berbagai persoalan yang ditemukan selama kunjungan lapangan, termasuk menyangkut distribusi BBM dan kondisi antrean solar di SPBU.

Antrean Jadi Pertanyaan

Fenomena hilangnya antrean solar ketika rombongan Komisi VI DPR RI melintas menjadi pertanyaan tersendiri. Pasalnya, kondisi tersebut berbeda dengan laporan mengenai antrean panjang yang sebelumnya diterima para wakil rakyat.

Komisi VI DPR RI pun diharapkan dapat meminta penjelasan kepada pihak terkait mengenai pola distribusi dan ketersediaan solar di Sulawesi Utara.

Persoalannya bukan semata-mata apakah solar tersedia pada saat kunjungan berlangsung, tetapi bagaimana memastikan masyarakat dan pelaku usaha memperoleh BBM secara normal dan berkelanjutan setiap hari.

Dengan demikian, hasil kunjungan Komisi VI DPR RI diharapkan tidak berhenti pada temuan di lapangan, tetapi berlanjut pada evaluasi terhadap sistem distribusi BBM, LPG dan energi secara keseluruhan di Sulawesi Utara.