MANADO,JELAJAHSULUT.COM– Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Politeknik Negeri Manado (Polimdo). Tim TerraSight AI berhasil melaju ke babak final The 15th China Innovation and Entrepreneurship Competition, sebuah kompetisi inovasi internasional pada divisi AI + Construction Machinery yang mempertemukan berbagai pengembangan teknologi kecerdasan buatan dan mesin konstruksi.
Keberhasilan ini menjadi momentum penting bagi Sulawesi Utara untuk menunjukkan kemampuan sumber daya manusia daerah dalam mengembangkan teknologi yang mampu bersaing di tingkat global.
Inovasi yang mengantarkan tim Polimdo ke babak final tersebut bertajuk TerraSight AI – Automated Volumetric Progress Monitoring for Earthwork Operations. Teknologi ini dikembangkan untuk mendukung pemantauan kemajuan pekerjaan tanah secara otomatis, khususnya dalam pengukuran volume dan evaluasi progres pekerjaan di lapangan.
Tim ini dipimpin oleh Ir. Rudolf E. G. Mait, S.T., M.T., bersama Farly Kalumata, M.T., dan Steven Richard Kamurahan, S.T., M.Ars.
Melalui inovasi tersebut, tim berupaya menghadirkan solusi berbasis kecerdasan buatan yang dapat membantu meningkatkan efisiensi, akurasi, dan objektivitas pemantauan pekerjaan, terutama pada proyek konstruksi yang membutuhkan pengukuran volume material secara terukur.
Siap Bersaing di Panggung Internasional
Babak final kompetisi dijadwalkan berlangsung pada 29–30 Oktober 2026 di Xuzhou, Provinsi Jiangsu, Tiongkok.
Berdasarkan informasi yang dipublikasikan mengenai kompetisi tersebut, terdapat 12 proyek dari jalur internasional pada divisi terkait yang berhasil mendapatkan tiket menuju babak final. Polimdo menjadi salah satu institusi pendidikan tinggi Indonesia yang berhasil menembus tahap tersebut.
Capaian ini sekaligus membuka kesempatan bagi tim untuk mempresentasikan hasil pengembangan teknologinya di hadapan para pemangku kepentingan dalam bidang kecerdasan buatan, inovasi, dan teknologi mesin konstruksi.
Keikutsertaan dalam kompetisi internasional tersebut juga menjadi ruang untuk memperluas jejaring, bertukar pengetahuan, serta menjajaki peluang kolaborasi dengan pelaku industri dan pengembang teknologi dari berbagai negara.
TerraSight AI dikembangkan dengan orientasi pada kebutuhan praktis di lapangan. Pemanfaatan teknologi untuk memantau volume pekerjaan tanah berpotensi membantu proses evaluasi progres proyek menjadi lebih sistematis dan berbasis data.
Dalam industri konstruksi, pemantauan volume dan kemajuan pekerjaan merupakan bagian penting untuk mendukung pengendalian proyek, perencanaan operasional, serta evaluasi penggunaan material.
Karena itu, pengembangan solusi berbasis kecerdasan buatan seperti TerraSight AI menjadi salah satu peluang untuk mendorong transformasi digital di sektor konstruksi dan bidang terkait.
Bagi Polimdo, pencapaian ini juga memperlihatkan peran strategis pendidikan vokasi dalam menghasilkan riset terapan yang tidak hanya berkembang di lingkungan akademik, tetapi berpotensi menjawab kebutuhan industri.
Lolosnya TerraSight AI ke babak final menjadi kebanggaan tersendiri bagi Sulawesi Utara. Prestasi tersebut menunjukkan bahwa pengembangan inovasi dan teknologi di daerah memiliki peluang untuk mendapatkan pengakuan di tingkat internasional.
Keberhasilan ini diharapkan dapat memotivasi sivitas akademika Polimdo dan generasi muda Sulawesi Utara untuk terus mengembangkan riset, memperkuat kompetensi teknologi, serta menghasilkan karya yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kini, perhatian tertuju pada penampilan tim TerraSight AI di Xuzhou, Tiongkok. Dengan inovasi yang berangkat dari pengembangan teknologi di Manado, Polimdo membawa harapan untuk kembali mengharumkan nama Sulawesi Utara sekaligus memperkuat kontribusi Indonesia dalam persaingan inovasi teknologi dunia.

Tinggalkan Balasan