Bacaan 2 Korintus 8:3-5

Masih ingat kisah tentang persembahan seorang janda miskin di Bait Allah yang disaksikan langsung oleh Tuhan Yesus? Apa kata Yesus? “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu.”* (Luk 21:3)

Kondisi ini berbanding lurus atau selaras dengan sikap dan prilaku hidup jemaat di Makedonia. Bahkan jemaat-jemaat di Makedonia lebih lagi. Mereka memberi kepada jemaat di Yerusalem yang lagi kesusahan, lebih dari yang mereka miliki.

Kepada janda miskin itu, Yesus mengatakan bahwa ia memberi lebih banyak dari semua orang yang memberi persembahan waktu itu karena dia memberi dari seluruh hidupnya. Dia memberi semua yang dia dapatkan, kepada Allah.

Hal ini berbeda dengan pemberian jemaat yang lain yang memberi dari kelebihan atau sisa belanjaan kebutuhan hidup bahkan mungkin juga sisa dari dana saving (tabungan). Sedangkan si janda miskin, menyerahkan kepada Tuhan segala yang dia miliki dari segala hasil usahanya.

Dalam perspektif atau versi jemaat Makedonia, persembahan yang diberikan itu diaebut sebagai pelayanan kasih. Artinya mereka memberikan kepada jemaat di Yerusalem sebagai penyataan tanda kasih dengan mereka. Mereka berbagi kasih dengan umat Tuhan yang ada di Yerusalem yang sedang dirundung kelaparan akibat bencana kemarau atau kekeringan berkepanjangan.

Rasul Paulus menyaksikan bahwa orang Makedonia, memberikan atau melakukan pelayanan kasih atau berbagi kasih dengan jemaat Yerusalem, melebihi kemampuan mereka. Karena ketulusan hati mereka yang bersumber dari kaaih karunia Kristus, mereka memberikan melampaui batas kemampuan mereka.

Itulah yang membanggakan Paulua. Apalagi saat itu, Paulus tengah berada bersama-sama dengan jemaat Makedonia. Sebab suratnya kepada jemaat Korintus yang kedua ini ditulisnya di Makedonia.

Demikian firman Tuhan hari ini.
“Aku bersaksi, bahwa mereka telah memberikan menurut kemampuan mereka, bahkan melampaui kemampuan mereka.
Dengan kerelaan sendiri mereka meminta dan mendesak kepada kami, supaya mereka juga beroleh kasih karunia untuk mengambil bagian dalam pelayanan kepada orang-orang kudus.
Mereka memberikan lebih banyak dari pada yang kami harapkan. Mereka memberikan diri mereka, pertama-tama kepada Allah, kemudian oleh karena kehendak Allah juga kepada kami.” (ay 3-5)

Kondisi atau kerelaan hati jemaat Makedonia itu, berbanding terbalik atau kontradiktif dengan jemaat Korintus. Mereka kaya. Kotanya maju dan sejahtera dari segi materi. Mereka jauh lebih baik keadaan ekonominya dibandingkan dengan Makedonia. Namun, ironinya mereka tidal tergerak membantu saudara-saudara seiman mereka di Yerusalem.

Hal inilah yang dikritik tapi juga dinasihati Paulus kepada jemaat Korintus. Apalagi setahun sebelumnya mereka telah berjanji untuk membantu meringankan beban gumul jemaat yang ada di sana. Karena itu Paulus mengingatkan mereka untuk segera bertindak, mengikuti teladan jemaat Makedonia yang dengan hati yang tulus berbagi kasih dalam pelayanan kasih kepada jemaat Yerusalem. Bahkan mereka memberi melebihi kemampuan mereka.

Yang menarik dan juga mengagumkan adalah, meski jemaat-jemaat di Makedonia sangat miskin dan memberi melebihi batas kemampuan mereka kepada jemaat di Yerusalem, namun hal itu tidak membuat mereka kekurangan, apalagi kelaparan karena kehabisan akibat memberi. Tidak!

Pelayanan kasih yang melampaui akal itu justeru membawa berkat bagi mereka. Mereka tidak kekurangan apapun atau kelaparan akibat memberi melampaui kemampuannya.

Seperti nyala lilin yang diambilkan untuk menyalakan ribuan bahkan jutaan lilin lainnya, nyala lilin sumber nyala itu, tidak pernah pudar, berkurang apalagi habis. Tetap sama. Nyalanya lilin yang pertama tetap. Tidak pernah habis. Malah bisa dibesarkan lagi sesuai kebutuhan dari yang mengingininya.

Kita juga haruslah demikian. Berilah dan lakukanlah pelayanan kasih tanpa takut miskin, kekurangan atau kelaparan. Bukankah Allah kita adalah Sumber segala sumber berkat, kehidupan dan segala yang kita butuhkan dan inginkan. Dialah Pemilik semuanya itu. Sebab Dia yang menciptakan dan mengatur semuanya dengan begitu baik dan indahnya.

Yakinlah bahwa jika kita berbagi kasih dengan tulus, melakukan pelayanan kasih tanpa pamrih, rela berkorban untuk sesama, maka hidup kita paatibdiberkati oleh Sang Sumber berkat. Amin

Doa: Tuhan Yesus, mampukan kami melakukan pelayanan kasih dengan tulus san berkatilah kami selalu. Amin

Syalom..

Kasihilah sesamamu, Tuhan pasti mengasihimu

Tetap patuhi protokol kesehatan

Semangat mengabdi n melayani. Tuhan Yesus memberkati slalu bersama keluarga. Amin