SITARO, JELAJAHSULUT.COM – Berbagai kebutuhan pembangunan di wilayah kepulauan kembali disuarakan masyarakat Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro). Aspirasi tersebut disampaikan saat Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dari Fraksi Partai Golkar, Vionita Kuera, melaksanakan Reses II Masa Persidangan Ketiga Tahun 2026 di Kampung Kawahang, Kecamatan Siau Barat Utara, Selasa (4/8/2026).

Pertemuan tersebut dihadiri pemerintah kampung, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan serta berbagai elemen masyarakat.

Reses menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan langsung sejumlah kebutuhan pembangunan yang dinilai mendesak, terutama menyangkut infrastruktur, pendidikan, akses air bersih dan perlindungan terhadap fasilitas umum.

Salah satu aspirasi yang disampaikan adalah pembangunan talud di Sekolah Nazareth Niambangeng. Infrastruktur tersebut dinilai penting untuk melindungi lingkungan sekolah dari potensi longsor sekaligus memberikan rasa aman bagi para siswa dan tenaga pendidik.

Warga juga mengusulkan pembangunan jalan menuju Kampung Tolosang. Perbaikan akses tersebut diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi warga.

Persoalan keamanan lingkungan juga menjadi perhatian. Masyarakat mengusulkan pembangunan talud di belakang Gereja GPDI Victory Kawahang sebagai langkah antisipasi terhadap ancaman longsor yang berpotensi berdampak pada bangunan gereja maupun permukiman warga.

Di bidang pendidikan, warga mendorong pembangunan SMA/SMK di Kecamatan Siau Barat Utara. Kehadiran sekolah menengah di wilayah tersebut dinilai penting agar anak-anak di kawasan kepulauan dapat memperoleh akses pendidikan yang lebih dekat tanpa harus menempuh jarak yang jauh.

Kebutuhan air bersih turut menjadi aspirasi masyarakat. Warga mengusulkan pengadaan tong penampungan air untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, khususnya ketika memasuki musim kemarau.

Selain itu, masyarakat meminta adanya perbaikan jalan di Kampung Kawahang yang menjadi salah satu akses penting bagi aktivitas warga.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Vionita Kuera menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan kebutuhan masyarakat melalui mekanisme yang tersedia di DPRD Sulut.

Vionita yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Sulut mengatakan, reses bukan sekadar agenda rutin, tetapi menjadi sarana penting untuk memastikan kebijakan pembangunan benar-benar berangkat dari kebutuhan masyarakat.

“Setiap aspirasi yang disampaikan akan saya catat, perjuangkan, dan kawal agar dapat ditindaklanjuti sesuai dengan kewenangan yang ada,” ujar Vionita.

Ia menyampaikan, berbagai usulan tersebut akan dikawal melalui mekanisme Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD, sekaligus dikoordinasikan dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro sesuai kewenangan masing-masing.

Menurut Vionita, pembangunan di wilayah kepulauan membutuhkan perhatian dan kebijakan yang mampu menjawab kondisi geografis serta kebutuhan masyarakat setempat.

Karena itu, sinergi antara DPRD, pemerintah daerah dan masyarakat menjadi penting agar aspirasi yang dihimpun melalui reses dapat diterjemahkan menjadi program pembangunan yang memberikan manfaat nyata.

Dengan sejumlah aspirasi mulai dari akses jalan, talud, fasilitas pendidikan hingga air bersih, masyarakat Sitaro berharap kebutuhan dasar di wilayah kepulauan semakin mendapat perhatian dan pembangunan dapat berlangsung lebih merata.

Vionita pun memastikan aspirasi masyarakat Kawahang akan menjadi bagian dari perjuangannya untuk mendorong percepatan pembangunan dan peningkatan pelayanan publik di wilayah Nusa Utara.