JELAJAHSULUT.COM—Ratusan siswa dan guru tumpah ruah menyampaikan aspirasi mereka saat kegiatan Reses Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Michaela Elsiana Paruntu (MEP) di SMA Negeri 1 Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan, Selasa (2/9/2025).

Dalam pertemuan penuh antusias itu, para guru dan siswa secara terbuka mengutarakan sejumlah persoalan mendesak yang mereka hadapi di lingkungan sekolah.

Salah satu keluhan utama datang dari kondisi lantai ruang laboratorium yang rusak dan berlubang, hingga sering menyebabkan siswa dan guru terjatuh saat beraktivitas.

“Sudah beberapa kali siswa dan guru terjatuh karena lantai lab berlubang. Kami harap bisa segera diperbaiki,” ungkap salah satu guru saat sesi penyampaian aspirasi.

Selain itu, para guru juga menyoroti minimnya ketersediaan komputer yang tidak sebanding dengan jumlah siswa, padahal dalam waktu dekat akan dilaksanakan tes kemampuan akademik.

Tak hanya itu, beberapa siswa pun menyampaikan permohonan agar sekolah mendapat anggaran untuk pengadaan pendingin ruangan (AC). Mereka menilai, letak sekolah yang berada di kawasan pesisir membuat suhu ruangan menjadi sangat panas dan mengganggu konsentrasi belajar.

Menanggapi berbagai keluhan itu, Michaela Paruntu menyatakan komitmennya untuk mengawal seluruh aspirasi guru dan siswa agar bisa direalisasikan pada anggaran tahun berikutnya.

“Tahun anggaran 2025 sudah hampir berakhir, tapi semua aspirasi dan harapan yang disampaikan sudah saya catat. Ini akan saya sampaikan ke dinas terkait agar bisa direalisasikan pada tahun depan,” ujar MEP.

Adik dari mantan Bupati Minsel Christiani Eugenia Paruntu (CEP) itu menegaskan bahwa sebagai pimpinan DPRD, ia akan memprioritaskan peningkatan fasilitas pendidikan, terutama yang menyangkut kenyamanan dan keselamatan siswa.

“Saya akan terus memperjuangkan aspirasi ini di DPRD Sulut dan menyampaikannya langsung ke Dinas Pendidikan Provinsi Sulut,” tegas Ketua DPD Partai Golkar Minsel tersebut.

Kegiatan reses itu ditutup dengan dialog hangat antara MEP dan para siswa, yang berharap kehadiran wakil rakyat bukan hanya untuk mendengar, tetapi juga membawa perubahan nyata bagi dunia pendidikan di Minahasa Selatan.