Oleh: Ingerid Lidia Moniaga ST., M.Si (Ketua)*)
Amanda Sutarni Sembel, ST., M.Sc (Anggota)
Dr.Ir. Dwight Mooddy Rondonuwu.,ST.,MT (Anggota)

*) Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Unsrat

Lansekap pekarangan merupakan ruang terbuka hijau (RTH) privat di lingkungan rumah tinggal. Fungsi RTH selain dapat dikembangkan sebagai taman-taman juga berfungsi sebagai suplai pangan keluarga, suplai oksigen, peneduh, area resapan air hujan dan estetika (keindahan).

Lansekap pekarangan rumah tinggal mempunyai peluang besar untuk dikembangkan sebagai lansekap produktif dalam rangka mendukung terciptanya ketahanan dan keamanan pangan masyarakat perkotaan maupun perdesaan.

Lansekap pekarangan rumah tinggal mempunyai peluang dikembangkan sebagai lansekap produktif dalam rangka mendukung terciptanya ketahanan dan keamanan pangan sebagaimana tertuang dalam RPJMN Tahun 2025-2045 yang mana salah satu misi pemerintah yaitu ketahanan pangan yang mandiri.

Desa Kalawat merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Kalawat Kabupaten Minahasa Utara Provinsi Sulawesi Utara. Kecamatan Kalawat merupakan kecamatan yang berada di pinggiran kota (peri-urban) yang berbatasan langsung dengan Kota Manado sebagai ibukota Provinsi Sulawesi Utara.

Kepadatan penduduk kecamatan Kalawat sebesar 423,26 jiwa/km2 (Kecamatan Kalawat Dalam Angka 2022). Pada dasarnya di Kecamatan Kalawat perubahan penggunaan lahan belum terjadi secara besar, namun seiring dengan berjalannya waktu, Kecamatan Kalawat banyak mengalami perubahan penggunaan lahan dari lahan pertanian ke lahan non pertanian (Luntungan, R.D.I dkk 2019).

Pengembangan wilayah Kecamatan Kalawat mengarah pada peruntukan ruang hijau ke ruang permukiman dan perumahan. Termasuk lingkungan perumahan Desa Kalawat Kecamatan Kalawat yang terdiri dari beberapa pengembangan perumahan diantaranya perumahan DPRD Sulut, perumahan Pemda Sulut, perumahan Kawangkoan Baru dan perumahan Kalawat Residence.

Kegiatan menanam dan menata ruang luar dengan tanaman-tanaman yang mudah tumbuh dan dibudidayakan, adaptif terhadap lingkungan tropis, serta menciptakan keindahan lingkungan sebagai daya tarik lingkungan perumahan yang sadar dan peduli lingkungan.

Adapun tujuan pemanfaatan lansekap pekarangan rumah tinggal (private) sebagai RTH privat di desa Kalawat hendak mencapai kemandirian pangan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mendukung pembangunan ekonomi dan menumbuhkan kesadaran masyarakat peduli pada lingkungan yang berkelanjutan.

Optimalisasi lansekap pekarangan dilakukan dengan pemanfaatan halaman rumah secara terencana dengan penataan vegetasi produktif secara estetis dan ramah lingkungan.

Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pekarangan yang sebelumnya kurang dimanfaatkan dengan tanaman-tanaman produktif dan sebelumnya hanya dibiarkan sebagai ruang kosong setelah dilakukan edukasi penyuluhan, pelatihan dan pendampingan mampu berfungsi secara optimal, terencana, tertata rapi, indah dan produktif.

Masyarakat mulai memahami cara optimalisasi lahan pekarangan dengan menanam tanaman hortikultura, tanaman obat (Toga) dan tanaman hias berdasarkan prinsip desain lansekap sederhana.

Hal ini menunjukkan bahwa lahan pekarangan memiliki fungsi multifungsi yang produktif, estetis, ekonomis dan sosial.

Pelaksanaan kegiatan yang dilakukan dengan metode penyuluhan, pelatihan dan pendampingan mampu meningkatkan pemahaman mitra mengenai konsep lansekap pekarangan dengan luas lahan yang besar maupun luas lahan yang terbatas.

Selain itu mitra kelompok PKM juga mampu melakukan teknik penataan tanaman dan pemeliharaan secara berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Masyarakat menjadi lebih terampil mengelola lansekap pekarangan secara mandiri dan efisien pada lahan terbatas maupun lahan yang luas.

Keberlanjutan optimalisasi lansekap pekarangan ditunjukkan oleh komitmen masyarakat mitra untuk merawat, memanfaatkan dan mengembangkan pekarangan sebagai program berkelanjutan berbasis masyarakat yang mendukung ketahanan pangan rumah tangga dan kualitas lingkungan permukiman.