Manado, JELAJAHSULUT.COM – Politeknik Negeri Manado (Polimdo) tercatat sebagai satu-satunya perguruan tinggi di Sulawesi Utara yang aktif mengimplementasikan panduan GEDSI dan PPKPT berbasis kerja sama dengan International Labour Organization (ILO).

Posisi tersebut menempatkan Polimdo sebagai pionir kampus vokasi inklusif di kawasan Indonesia Timur.

Sebagai institusi pendidikan vokasi yang menyiapkan lulusan siap kerja dan berdaya saing di dunia industri, penerapan prinsip Gender Equality, Disability and Social Inclusion (GEDSI) serta Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) dinilai sangat strategis.

Kebijakan ini diharapkan mampu membangun budaya profesionalisme sejak mahasiswa masih berada di bangku perkuliahan.

Implementasi GEDSI dan PPKPT tidak hanya memberikan perlindungan terhadap individu di lingkungan kampus, tetapi juga berdampak pada peningkatan mutu kelembagaan.

Pendekatan tersebut memperkuat integritas sistem pendidikan, mendorong terciptanya budaya kampus yang inklusif, serta membuka kesempatan yang setara dalam organisasi dan kepemimpinan mahasiswa.

Selain itu, kebijakan ini juga mempersiapkan lulusan agar lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja global.
Dalam konteks pendidikan vokasi, aspek keselamatan kerja, penghormatan terhadap hak asasi manusia, serta etika profesional menjadi bagian penting dalam membangun lulusan yang kompetitif dan adaptif.

Melalui penerapan prinsip GEDSI, kampus juga mendorong peningkatan partisipasi perempuan dan kelompok rentan pada bidang-bidang yang selama ini dianggap maskulin, seperti sektor teknik dan industri maritim.

Program Skills for Prosperity yang diinisiasi oleh ILO mendorong transformasi pendidikan vokasi yang inklusif serta responsif terhadap isu gender.

Pendekatan tersebut bertujuan memastikan dunia pendidikan dan dunia kerja berjalan selaras dalam menciptakan ruang yang bebas dari diskriminasi dan kekerasan.

Dengan terlibat dalam pengembangan dan implementasi panduan tersebut, Polimdo menunjukkan komitmen nyata untuk mengikuti standar internasional sekaligus memperkuat kebijakan nasional terkait perlindungan di lingkungan perguruan tinggi.

Langkah Polimdo dalam menerapkan GEDSI dan PPKPT sekaligus menegaskan peran strategis pendidikan vokasi dalam membangun generasi muda yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki kesadaran sosial, integritas, dan penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

Sebagai satu-satunya perguruan tinggi di Sulawesi Utara yang menjalankan panduan berbasis kerja sama ILO tersebut, Politeknik Negeri Manado semakin memperkuat posisinya sebagai kampus vokasi yang adaptif terhadap perkembangan kebijakan global maupun nasional. (*)