JELAJAHSULUT.COM, MANADO – Kinerja petani di Provinsi Sulawesi Utara terus menunjukkan tren positif. Hal ini tercermin dari meningkatnya Nilai Tukar Petani (NTP) pada Februari 2026.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara, NTP Sulut pada Februari 2026 tercatat sebesar 128,50 atau naik 0,48 persen dibandingkan Januari 2026 yang berada di angka 127,89.

Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya Indeks Harga yang Diterima Petani (It) sebesar 2,23 persen, lebih tinggi dibandingkan kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) yang hanya naik 1,75 persen.

Secara kumulatif, NTP Sulut juga menunjukkan tren positif. Secara Year to Date (YTD), NTP mengalami kenaikan sebesar 2,63 persen, sementara secara Year on Year (YoY) meningkat 3,12 persen.

Namun demikian, tidak semua subsektor mengalami peningkatan. Pada Februari 2026, hanya subsektor hortikultura yang mencatat kenaikan signifikan, yakni sebesar 11,77 persen.

Sementara itu, empat subsektor lainnya justru mengalami penurunan, masing-masing tanaman pangan turun 3,79 persen, perkebunan rakyat turun 0,51 persen, peternakan turun 3,40 persen, serta perikanan turun 1,99 persen.

Dari sisi regional, dari enam provinsi di Pulau Sulawesi, hanya Sulawesi Utara dan Gorontalo yang mencatat kenaikan NTP dan NTUP. Kenaikan tertinggi terjadi di Provinsi Gorontalo sebesar 5,05 persen.

Selain itu, Indeks Konsumsi Rumah Tangga di Sulawesi Utara secara bulanan juga mengalami kenaikan sebesar 2,34 persen. Kenaikan tertinggi terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang naik 3,49 persen.

Sebaliknya, kelompok transportasi menjadi satu-satunya yang mengalami penurunan indeks, yakni sebesar 0,20 persen.

Dengan capaian ini, sektor pertanian di Sulawesi Utara dinilai tetap kuat dan produktif di tengah berbagai tantangan ekonomi yang ada.