JELAJAHSULUT.COM – Denting tradisi dan semangat kebersamaan kembali menggema di Kampung Kakas Tokambene, Kota Manado. Muda-mudi kampung ini bersiap menggelar Figura dan Kunci Taong, sebuah tradisi adat tahunan masyarakat Borgo yang akan dilaksanakan pada 31 Januari 2026.

Iven budaya ini bukan sekadar perayaan seremonial. Figura dan Kunci Taong merupakan simbol perjalanan waktu, penanda berakhirnya satu tahun dan dimulainya tahun yang baru, yang diwariskan secara turun-temurun oleh leluhur masyarakat Borgo sejak berpuluh-puluh tahun silam.

Tahun ini, kegiatan tersebut direncanakan akan dibuka langsung oleh Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus, sehingga menambah antusiasme masyarakat.

Ketua Panitia, Nova Liana, Senin (5/1/2026) mengungkapkan bahwa kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari para tua-tua kampung sebagai penjaga nilai adat dan budaya Borgo. Selain itu, sejumlah sponsor juga telah menyatakan kesiapan untuk berpartisipasi demi menyukseskan pelaksanaan iven tersebut.

“Iven dari masyarakat adat Borgo ini akan berlangsung tanggal 31 Januari. Kami mengundang seluruh masyarakat Kota Manado untuk datang dan bersama-sama meramaikan kegiatan ini,” ujar Nova Liana didampingi Christo Pieters (sekretaris) dan Wenda Noya (bendahara).

Jejak sejarah masyarakat Borgo

Masyarakat Borgo memiliki sejarah panjang di tanah Minahasa, khususnya di wilayah Manado dan sekitarnya. Secara historis, Borgo dikenal sebagai komunitas hasil perjumpaan budaya antara penduduk lokal Minahasa dengan bangsa Eropa—terutama Portugis dan Spanyol—yang datang ke wilayah ini sejak abad ke-16.

Dari percampuran itulah terbentuk komunitas Borgo dengan identitas budaya yang khas.

Budaya Borgo tumbuh dengan nilai kekeluargaan yang kuat, kehidupan sosial yang erat, serta tradisi adat yang berpadu dengan pengaruh Kekristenan. Figura dan Kunci Taong menjadi salah satu ritual penting yang merepresentasikan nilai-nilai tersebut, di mana masyarakat berkumpul untuk bersyukur, berdoa, dan meneguhkan kebersamaan dalam menyongsong tahun yang baru.

Tradisi ini juga menjadi ruang pembelajaran budaya bagi generasi muda Borgo agar tetap mengenal dan menjaga akar sejarahnya, sekaligus memperkuat ikatan sosial warga di tengah dinamika kehidupan perkotaan.

Dukungan pemerintah lingkungan

Dukungan terhadap kegiatan budaya ini juga datang dari pemerintah setempat. Ketua Lingkungan I Kelurahan Wenang Selatan, Kecamatan Wenang, Ricky Klaas, menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Figura dan Kunci Taong.

Ketua Lingkungan I saat memberikan nasihat dan masukan untuk panitia

“Atas nama pemerintah lingkungan, tentunya kami sangat mensupport kegiatan positif seperti ini. Selain sebagai iven tahunan, kegiatan ini merupakan upaya melestarikan budaya masyarakat Borgo yang sudah rutin digelar sejak puluhan tahun lalu,” kata Ricky Klaas.

Ia menegaskan, keberlangsungan tradisi ini menjadi bukti bahwa budaya lokal masyarakat Borgo tetap hidup, relevan, dan mampu menjadi perekat sosial di tengah masyarakat Kota Manado yang majemuk.