JELAJAHSULUT.COM— Sampah plastik yang selama ini menjadi masalah serius, kini bisa disulap menjadi paving dan ornamen pariwisata yang unik dan menarik. Inovasi ini digagas oleh tim peneliti program Kemitraan Berdikari skema Emas yang diketuai oleh Stevie Kaligis.
Pada hari ini, Selasa (23/7), tim peneliti telah menggelar evaluasi (monev) eksternal melalui Zoom Meeting. Evaluasi ini bertujuan untuk menguji keefektifan inovasi bertajuk “Inovasi Pengembangan Pariwisata Berbasis Ecobrik”.
Inovasi ini berfokus pada pemanfaatan sampah plastik yang selama ini belum memiliki solusi. Dengan menggunakan mesin pencacah plastik yang dirancang khusus oleh tim peneliti, sampah plastik diubah menjadi ecobrik—balok-balok padat yang terbuat dari plastik cacah.
Ecobrik ini kemudian dimanfaatkan sebagai bahan dasar untuk membuat paving, kursi, dan ornamen lain di lokasi wisata. Hasilnya, area wisata tidak hanya menjadi lebih bersih, tetapi juga memiliki daya tarik visual yang unik dengan nuansa warna-warni dari ecobrik.
Inovasi ini diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi pariwisata di Sulawesi Utara, sekaligus menjadi solusi berkelanjutan untuk masalah sampah plastik.
Program penelitian ini tidak hanya melibatkan tim peneliti dari Politeknik Negeri Manado, tetapi juga melibatkan mahasiswa dan siswa-siswi dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Sulawesi Utara. Dengan begitu, inovasi ini bisa menjadi wadah edukasi dan transfer pengetahuan yang efektif bagi generasi muda.
