“Kalau kita melihat secara umum, sekitar 80 persen penjualan kendaraan di Indonesia didominasi oleh kredit. Artinya, ketika sektor pembiayaan mengalami pengetatan, maka penjualan otomotif juga akan ikut terpengaruh,” ungkapnya.
Tingginya Non Performing Loan (NPL) pada sejumlah perusahaan pembiayaan juga berdampak pada kebijakan penyaluran kredit yang menjadi lebih selektif kepada konsumen.
Di sisi lain, sejumlah kebijakan dan regulasi pemerintah pada beberapa daerah juga turut mempengaruhi dinamika penjualan kendaraan.
Sulawesi Utara Lebih Stabil
Meski market nasional mengalami penurunan cukup besar, Irfan mengatakan kondisi pasar otomotif di Sulawesi Utara justru tercatat relatif lebih stabil.
Penurunan penjualan kendaraan di daerah ini hanya sekitar 11 persen, lebih kecil dibandingkan penurunan secara nasional.

Tinggalkan Balasan