MANADO, JELAJAHSULUT.COM — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Politeknik Negeri Manado (Polimdo). Mahasiswa Jurusan Elektro, Yonatan Natanael Tampi, memperoleh pengakuan dari National Aeronautics and Space Administration (NASA).

Setelah berhasil melaporkan kerentanan pada salah satu sistem yang dikelola badan antariksa Amerika Serikat tersebut.

Saat ditemui di Kampus Polimdo, Selasa (3/3/2026), Yonatan menjelaskan bahwa dirinya berperan sebagai pelapor melalui platform Bugcrowd, yakni layanan yang menjembatani peneliti keamanan siber dengan berbagai institusi global dalam program pelaporan kerentanan secara resmi dan legal.

“Saya bertindak sebagai pelapor melalui Bugcrowd yang menjadi penghubung antara peneliti keamanan dan lembaga terkait dalam program pelaporan kerentanan,” ujar Yonatan.

Minat Yonatan di bidang keamanan siber telah tumbuh sejak masa SMK. Berawal dari ketertarikannya pada teknologi informasi, ia terus mengembangkan kemampuan hingga mampu mengidentifikasi celah keamanan pada salah satu sistem milik NASA.

Kerentanan yang ditemukan berkaitan dengan data sensitif yang tidak diperuntukkan untuk publik. Informasi tersebut mencakup data pribadi seperti nama, alamat, hingga jabatan strategis. Dari total 27 laporan yang dikirimkan, sebanyak 13 laporan dinyatakan valid, tiga laporan dikategorikan berbeda (different), sementara 11 lainnya tidak diterima.

Ketua Jurusan Elektro Polimdo, Marson Budiman, menegaskan bahwa setiap organisasi memiliki kebijakan tersendiri dalam pengelolaan keamanan sistem dan basis data. Ia menjelaskan bahwa pengujian sistem dapat dilakukan melalui jalur resmi yang legal dan bertanggung jawab.

“Yonatan melakukan pelaporan melalui jalur yang sah. NASA menyediakan ruang pembelajaran melalui program pengujian sistem secara legal. Ini menjadi bagian penting dalam pembelajaran mahasiswa di bidang jaringan dan keamanan siber,” jelasnya.

Menurutnya, capaian pembelajaran di Jurusan Elektro tidak hanya berlangsung di laboratorium, tetapi juga mendorong mahasiswa menguji kompetensi pada level global melalui mekanisme yang legal dan beretika.

Wakil Direktur III Polimdo, Rudolf E.G. Mait, turut memberikan apresiasi atas prestasi tersebut. Ia menilai pengakuan dari lembaga internasional seperti NASA menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi mahasiswa lainnya.

“Ini prestasi yang patut diapresiasi. Yonatan mampu mengembangkan potensinya secara positif dan profesional. Keberhasilannya menjadi bukti bahwa kompetensi mahasiswa Polimdo diakui di tingkat internasional,” katanya.

Sementara itu, Wakil Direktur IV Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Polimdo, Juliet P.T. Makinggung, menyebut capaian tersebut sebagai bukti nyata kualitas pembinaan akademik kampus, khususnya di bidang keamanan siber yang terus dikembangkan.

“Kami terus meningkatkan kompetensi dosen melalui pelatihan, pendidikan lanjutan, serta sertifikasi sesuai bidang keahlian. Keberhasilan Yonatan merupakan bagian dari hasil pembinaan tersebut,” ujarnya.

Ia menambahkan, kampus menyediakan berbagai wadah pengembangan kompetensi mahasiswa melalui jurusan maupun organisasi kemahasiswaan agar mahasiswa tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga menjunjung tinggi etika dan profesionalisme.

Polimdo berkomitmen terus mendorong mahasiswa mengembangkan potensi dan kompetensi sesuai bidang masing-masing serta berkontribusi secara positif dan legal, baik di tingkat nasional maupun internasional.