JELAJAHSULUT.COM– Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Sulut dan empat federasi yang beraliansi dengan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) menyatakan pihaknya akan mengamankan hasil Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) KSPSI AGN 3-4 Desember 2025 yang sepakat tidak akan menggelar gerakan demo secara nasional.
Penegasan ini diutarakan Ketua DPD KSPSI Sulut; Tommy Sampelan didampingi Sekretaris; Aswin Lumintang kepada manadotribune.com, Sabtu (20/12/2025.
Tommy mengatakan, jika tidak ada perubahan di tanggal 22 Desember 2025 rencananya mereka akan melakukan bagi-bagi sembako kepada pekerja/buruh.
‘’Saat ini kami sedang menunggu diumumkannya UMP. Kami juga sedang fokus memperjuangkan beberapa kasus pekerja/buruh terkait THR maupun masalah pekerja/buruh dengan perusahaan, ‘’ ujar Tommy yang dibenarkan Aswin dan beberapa pengurus KSPSI AGN lainnya.
Keempat Federasi yang menyatakan sikap tidak akan menggelar demo pekerja/buruh yakni Federasi Serikat Pekerja NIaga, Industri, Bank dan Asuransi (FSP NIBA) Sulut melalui Sekretaris; Johanes George, Serikat Pekerja Informal Migran dan Pekerja Profesional Indonesia ( SP IMPPI) Sulut melalui Ketua; Mikky Keintjem, Federasi Serikat Pekerja Percetakan, Penerbitan dan Media Informasi (FSP PPMI) Sulut melalui Ketua; Aswin Lumintang dan Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi dan Pertambangan (FSP KEP) Sulut.
‘’Saat ini kami sedang fokus memonitor, memantau perusahaan dalam memberikan THR kepada pekerja/buruh. Jadi tidak akan melakukan gerakan demo, apalagi hasil Rapimnas meminta kami di daerah tidak ada gerakan demo, ‘’ ujar Mikki Keintjem meyakinkan.
Tommy dan Aswin pun berharap berbagai pihak terkait termasuk pemerintah bisa menunjang program bagi-bagi Sembako yang sedang mereka upayakan.
Terkait ada serikat pekerja/buruh yang akan menggelar demo, Aswin Lumintag; Ketua FSP PPMI SPSI Sulut menyatakan, pihaknya tidak terkait dengan rencana aksi tersebut, dan tidak akan mencampuri rencana serikat dan federasi lain.
‘’Tidak etis kalau saya mengomentari rencana serikat atau federasi pekerja/buruh lain, ‘’ ujar Aswin sambil menambahkan sesama serikat maupun federasi pekerja/buruh di Sulawesi Utara selalu ada komunikasi, koordinasi dengan tetap saling menghormati rumah tangga organisasi masing-masing.

Tinggalkan Balasan