JELAJAHSULUT.COM-Boros pangan mengurangi ketersediaan pangan, padahal masih banyak masyarakat yang masih kekurangan gizi.
Menyadari hal itu Istri Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Anik Fitri Wandriani, mengingatkan kepada warga supaya stop boros pangan.
“Setiap hari jutaan ton pangan terbuang sia-sia padahal di sudut lain negeri ini masih banyak saudara-saudara kita yang menahan lapar,” ujarnya dalam unggahan video, Sabtu (12/10/2025).
Dia menuturkan supaya mengambil makanan secukupnya. Kalau makan sampai habis supaya tidak ada sisa makanan.
“Berhenti jo boros pangan, selamatkan pangan, selamatkan masa depan. Terima kasih,” tutupnya dalam dialek Manado.
Dikutip salam Badan Pangan Nasional menurut laporan ‘Food Waste Index 2024’ yang disusun ‘United Nations Environment Programme’ menyebutkan di tahun 2022, food waste secara global diperkirakan terjadi sampai 1,05 miliar ton makanan.
Ini tersebar di sektor ritel, jasa makanan, sampai rumah tangga. Jumlah itu setara dengan rerata 132 kilogram per kapita per tahun, yang sebagian besarnya atau 59,85 persen bersumber dari sektor rumah tangga dengan rerata 79 kilogram per kapita per tahun.
Dengan memahami dan mendukung Gerakan Selamatkan Pangan, masyarakat bukan hanya menghemat sumber daya, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan ketahanan pangan yang lebih kuat bagi bangsa ini.
