MANADO, JELAJAHSULUT.COM – Suasana tegang terasa di kawasan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado siang tadi. David Gabriel Runtulalo, pemuda asal Kota Tomohon, terlihat berkeringat saat berhadapan dengan pengawas Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Jalur Mandiri Tomou Tou (T2) Unsrat.
David mengaku terlambat tiga menit karena hujan deras mengguyur jalan yang ia lalui menuju kampus.
“Saya mencari tempat berteduh dan mengenakan jas hujan sebelum melanjutkan perjalanan ke lokasi tes,” ungkap Runtulalo kepada pengawas UTBK Mandiri T2, Drs. Max Rembang, dan tim panitia.
UTBK Mandiri T2 Unsrat mewajibkan peserta hadir 30 menit sebelum ujian dimulai. Peserta terlebih dahulu diperiksa KTP dan surat UTBK Mandiri T2, kemudian 20 menit sebelum ujian mereka dibariskan untuk masuk ke ruangan secara tertib.
Jubir Rektor Unsrat menjelaskan, “Prosedur ini penting agar ujian berjalan lancar dan peserta dapat fokus tanpa kendala administratif.”
Menurut Rembang, UTBK Mandiri T2 tahun ini diikuti 3.513 peserta dan akan berlangsung hingga 11 Juli 2025 di Gedung UPT Teknologi Informasi dan Komunikasi Unsrat.
Meski sempat terlambat, David beruntung masih diberi kesempatan mengikuti ujian setelah menjalani pemeriksaan singkat. Kisahnya menjadi pengingat bagi peserta lain agar datang lebih awal, terlebih di tengah cuaca yang tak menentu.
