JELAJAHSULUT.COM, MANADO – Menghadapi dinamika ekonomi global dan tantangan sektor perbankan, Bank Sulut Gorontalo (BSG) memulai tahun kerja 2026 dengan menggelar apel perdana sebagai bentuk konsolidasi internal dan penegasan arah kebijakan perusahaan.

Apel perdana tersebut dilaksanakan di Aula Lantai 9 Kantor Pusat BSG, Jalan Pierre Tendean Nomor 100 Manado, Senin (5/1/2025), dan diikuti jajaran Dewan Komisaris, Direksi, Pemimpin Divisi, serta seluruh karyawan, baik secara langsung di kantor pusat maupun secara virtual dari kantor cabang di Sulawesi Utara, Gorontalo, hingga Pulau Jawa.

Komisaris Utama BSG, Ramoy Markus Luntungan, dalam arahannya menegaskan pentingnya integritas dan penerapan Good and Clean Governance (GCG) sebagai fondasi utama perusahaan.

Ia menyebut industri perbankan merupakan industri kepercayaan sehingga tata kelola perusahaan yang baik harus dijalankan secara konsisten.Sementara itu, Direktur Utama BSG, Revino Pepah, memaparkan kinerja perseroan sepanjang tahun 2025.

Di tengah kondisi ekonomi global yang menantang dan pemulihan pasca-Covid yang berjalan lambat, BSG tetap mencatatkan pertumbuhan positif.Berdasarkan data kinerja 2025 (unaudited), total aset BSG tumbuh 12,51 persen menjadi Rp 23,7 triliun.

Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 21,06 persen mencapai Rp 18,2 triliun. Sementara laba bersih tercatat sebesar Rp 372 miliar atau tumbuh 24 persen secara year on year (YoY), yang disebut sebagai pencapaian laba tertinggi dalam enam tahun terakhir.

Di sisi lain, pertumbuhan kredit BSG tercatat sebesar 3,94 persen dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) meningkat menjadi 2,97 persen. Kondisi tersebut menjadi bahan evaluasi manajemen untuk perbaikan kinerja di tahun 2026.

Melalui apel perdana ini, manajemen berharap seluruh jajaran BSG dapat menyatukan langkah dan meningkatkan kinerja dalam menghadapi tantangan industri perbankan ke depan.