MANADO, JELAJAHSULUT.COM — Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Sam Ratulangi menjadi lokasi pelaksanaan Kuliah Umum Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Rabu (22/04/2026).
Kuliah umum tersebut mengangkat tema “Mendulang Potensi Ekonomi Biru Lewat Kemitraan Lintas Sektor sebagai Upaya Pencapaian Target Pertumbuhan Ekonomi”.
Rektor Universitas Sam Ratulangi, Oktovian B. A. Sompie, mengatakan tema yang diangkat mencerminkan komitmen bersama dalam menggali dan mengembangkan potensi ekonomi biru melalui kolaborasi berbagai sektor.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mewujudkan pengelolaan sumber daya kelautan yang produktif sekaligus berkelanjutan.
“Sinergi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha dan masyarakat menjadi sangat penting untuk memastikan potensi ini dapat dimanfaatkan secara optimal tanpa mengabaikan aspek kelestarian lingkungan,” ujar Rektor.
Ia berharap kegiatan tersebut mampu memberikan wawasan baru bagi mahasiswa dan seluruh peserta terkait pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan.
“Mahasiswa mendapat pemahaman mendalam, serta inspirasi untuk berkontribusi dalam pengelolaan sumber daya kelautan yang berkelanjutan,” tambahnya.
Sementara itu, Dekan FPIK Unsrat, Ockstan J. Kalesaran, menyampaikan bahwa kuliah umum ini menjadi bagian dari komitmen fakultas dalam meningkatkan kualitas akademik dan memperluas wawasan mahasiswa.
Menurutnya, kehadiran narasumber dari Kemenlu RI memberikan perspektif baru yang relevan dengan tantangan pembangunan sektor kelautan saat ini.
“Melalui kegiatan ini terjalin interaksi yang aktif dan pertukaran gagasan,” kata Dekan.
Ia menambahkan, kuliah umum tersebut juga menjadi momentum penguatan jejaring akademik yang diharapkan dapat mendukung pengembangan ilmu pengetahuan di lingkungan FPIK Unsrat.

Tinggalkan Balasan