ALASAN PEMILIHAN TEMA

Orang Kristen senantiasa bergumul dengan imannya yang ditantang di tengah dunia ini. Masih banyak orang Kristen melupakan jati dirinya sebagai orang yang telah diselamatkan dan ditebus dari dosa, serta terus-menerus hidup dalam dosanya. Sebagai warga GMIM, kita telah memasuki Minggu Sengsara ketiga, masa di mana warga gereja merenungkan makna karya penyelamatan dan penebusan yang telah dikerjakan Tuhan Allah melalui hidup, sengsara, kematian, dan kebangkitan Tuhan Yesus. Dalam konteks ini teks Yesaya 44:21–28 akan dibaca dalam terang tema “Kembalilah kepada-Ku Sebab Aku Telah Menebus Engkau.”

PEMBAHASAN TEMATIS

Pembahasan Teks Alkitab (Eksegese)

Kitab Yeremia, Yehezkiel, dan kitab Yesaya adalah tiga kitab Perjanjian Lama yang dikelompokkan sebagai kitab-kitab Nabi Besar. Para ahli PL membagi kitab Yesaya menjadi tiga bagian: Proto-Yesaya (pasal 1–39); Deutero-Yesaya (pasal 40–55); dan Trito-Yesaya (pasal 56–66). Masing-masing bagian ini berasal dari waktu dan situasi kehidupan umat yang berbeda. Teks bacaan kita, Yesaya 44:21–28 adalah bagian dari Deutero–Yesaya yang ditulis ketika umat Allah sedang berada di pembuangan. Oleh karena itu, kita akan memahami teks ini dalam konteks tersebut.

Ayat 21–22; Dalam bagian ini, ada dua ajakan penting dalam bagian ini yang dimulai dengan ajakan untuk ingatlah semuanya ini, hai Yakub. Kata semuanya ini bisa merujuk pada dua hal yang dijelaskan dalam 44:1–20, yaitu Tuhan sebagai satu-satunya Allah bagi Israel dan tentang kesia-siaan pemujaan ilah-ilah lain. Kata ini juga dapat merujuk pada semua tindakan Allah yang disebutkan dalam bacaan ini, 44:21–28. Beberapa hal yang harus mereka ingat: Tuhan menyatakan engkaulah hamba-Ku; Aku telah membentuk engkau; Engkau tidak Kulupakan. Meskipun mereka telah dibawa ke pembuangan, sesungguhnya Tuhan Allah tidak melupakan mereka. Dia menyebut mereka hamba-Ku. Dia Pencipta mereka. Oleh karena itu, Dia telah menghapus dosa pemberontakan umat-Nya seperti kabut diterbangkan angin dan seperti awan yang tertiup. Dosa mereka tidak ada lagi. Keadaan mereka dipulihkan.

Baca Juga

MTPJ GMIM 22 – 28 Februari 2026 (Minggu Sengsara I) “Pada Tuhan Ada Pengampunan ” Mazmur 130:1-8

Ajakan kedua adalah kembalilah kepada-Ku sebab Aku telah menebus engkau. Kata menebus di sini menggunakan kata Ibrani ga’al yang artinya menebus, melepaskan, menyelamatkan, membawa kembali. Bentuk perfek dari kata kerja ga’al menegaskan bahwa Tuhan telah berkenan menebus, menyelamatkan, dan membaharui kehidupan mereka, dan karena itu mereka diajak kembali (Ibr: sub) kepada-Nya. Kata kerja Ibrani subah dari sub artinya kembali atau berbalik ke arah yang berbeda. Tuhan Allah telah terlebih dahulu mengampuni dosa umat-Nya dan tanggapan yang diminta dari mereka adalah kembali kepada-Nya. Kembali di sini bersifat total dan berkaitan dengan keseluruhan aspek kehidupan mereka sebagai umat Allah. Kembali di sini berarti kembali percaya kepada Tuhan Allah, kembali beribadah dan menyembah Dia, kembali melakukan semua perintah dan pengajaran Firman-Nya.

Ayat 23; Oleh karena Tuhan Allah telah menebus umat-Nya maka seluruh ciptaan-Nya diajak untuk memuliakan Dia. Teks menyebut langit, rahim bumi, gunung-gunung, hutan dan semua pohon di dalamnya. Semuanya diajak untuk bersorak-sorai dan bergembira. Langit (Ibr: samayim) adalah bagian atas bumi, rahim bumi (Ibr: takhitti) merujuk pada bagian terbawah dari bumi. Sementara hutan dan semua pohon di dalamnya merujuk pada bagian tengah bumi. Jadi, seluruh bagian bumi (dan seluruh alam semesta) serta semua yang ada di dalamnya, diajak untuk bersorak-sorai. Ini menunjukkan bahwa tindakan penebusan Tuhan Allah bukan hanya berpengaruh dalam kehidupan umat-Nya, melainkan juga seluruh ciptaan-Nya yang lain.

Ayat 24–28; Ayat 24 menyebut TUHAN sebagai Penebusmu. Kata yang digunakan adalah kata kerja ga’al dalam bentuk partisip yang bermakna sedang berlangsung. Jadi, Penebusmu berarti TUHAN yang sedang/sementara bertindak menebus umat-

Nya. TUHAN Allah Penebus itu mampu melakukan tindakan penebusan karena Dia adalah satu-satunya Allah yang berkuasa. Ke-Mahakuasaan-Nya ditunjukkan dalam lima kali pernyataan Akulah, yang semuanya hendak menyatakan/ menjelaskan bahwa Tuhan Allah berkuasa menjadikan segala sesuatu dan bertindak atas segala sesuatu. Ini berkaitan dengan tindakan penebusan, penyelamatan dan pembaharuan kehidupan umat-Nya.

Ayat 24: Akulah TUHAN, yang menjadikan segala sesuatu… kata kerja ‘asah (‘oseh) menunjukkan bahwa Tuhan Allah sementara membuat atau menciptakan. Dia yang menciptakan langit dan bumi serta segala isinya.

Ayat 25: Akulah yang meniadakan tanda-tanda peramal pembohong… kata kerja meper berarti meniadakan, menggagalkan, menghancurkan, mengakhiri. Ini menegaskan bahwa para peramal itu hanyalah pembohong sebab berita yang mereka bawa bukanlah berasal dari Tuhan, tetapi pikiran mereka sendiri sehingga tidak ada kebenaran di dalam berita mereka. Berita yang dibawa oleh para peramal ini benar-benar sangat berbeda dengan apa yang dinyatakan melalui para nabi Allah.

Ayat 26: Akulah yang menguatkan perkataan hamba-hamba-Ku dan melaksanakan keputusan-keputusan yang diberitakan utusan-utusan-Ku… kata kerja meqim berarti sementara membangkitkan, membangun. TUHAN Allah menegaskan bahwa para nabi-Nya benar-benar menyatakan kebenaran sebab berita kelepasan yang mereka beritakan adalah firman Tuhan sendiri. Dia menegaskannya dengan tindakan penebusan-Nya.

Ayat 27: Akulah yang berkata kepada tubir lautan… Aku mau mengeringkan sungai-sungaimu. Ini menunjukkan kemahakuasaan Tuhan atas segala kuasa kegelapan, kuasa duniawi dan segala sesuatu yang telah diciptakan-Nya.

Ayat 28: Akulah yang berkata tentang Koresh: Dia gembala-Ku; segala kehendak-Ku akan digenapinya… kata gembala-Ku, ro‘i, artinya dia yang sementara menjaga, memerintah. Koresh adalah raja Persia yang kemudian mengijinkan Yehuda kembali ke Yerusalem. Meskipun Koresh bukanlah seorang raja Israel/Yehuda, namun dia dipakai Tuhan menjadi gembala-Nya untuk melaksanakan karya penyelamatan umat-Nya. Artinya, Tuhan dapat memakai siapa saja untuk mengerjakan pekerjaan-Nya. Dia bukan hanya Tuhan Allah Israel melainkan juga Tuhan atas bangsa-bangsa lain.

Kesimpulannya, Tuhan menebus umat-Nya karena Dia adalah Tuhan Allah yang berkuasa atas segala sesuatu. Tentu saja semua ini menjadi berita yang sangat melegakan, memberi semangat dan pengharapan bahwa Tuhan Allah tidak pernah meninggalkan umat-Nya. Namun, Dia bertindak, membebaskan dan menyelamatkan karena Dia adalah Tuhan Allah Penebus umat-Nya.

Makna dan Implikasi Firman

Dari uraian di atas, kita dapat mempelajari beberapa hal:

  1. TUHAN Allah telah menebus dan menyelamatkan karena Dia Penebus yang penuh kasih dan berkuasa.
  2. TUHAN adalah Allah yang membentuk umat-Nya, menjadikan mereka hamba-Nya, dan mereka tidak dilupakan-Nya. Oleh karena itu, dosa mereka dihapus-Nya serta kehidupan mereka dipulihkan/dibaharui. Respons terhadap penebusan tersebut adalah kembali hidup sesuai kehendak-Nya.
    Tuhan adalah Allah yang menjadikan segala sesuatu, oleh karena itu apa yang terjadi pada manusia juga berpengaruh dalam kehidupan ciptaan lainnya. Kepada-Nyalah seluruh semesta bersorak-sorai karena karya penebusan-Nya bagi umat-Nya.
  3. TUHAN adalah Allah yang meniadakan tanda-tanda peramal pembohong. Dia menguatkan perkataan-perkataan para hamba-Nya karena Dia sendiri bertindak sesuai perkataan firman-Nya itu. Salah satu tindakan-Nya adalah dengan memakai Koresy–raja asing–menjadi gembala-Nya untuk mengerjakan karya penebusan-Nya.
  4. Jika demikian halnya, kita diajak untuk percaya bahwa TUHAN Allah adalah satu-satunya Penebus yang penuh kasih dan berkuasa. Kita pun diajak untuk mengingat jati diri sebagai umat Allah yang telah menerima penebusan dan penyelamatan-Nya sehingga tidak lagi hidup di bawah kuasa dosa dan maut melainkan di bawah kasih karunia-Nya.

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI.

  1. Siapa Penebus Israel menurut teks Yesaya 44:21–28?
  2. Mengapa Tuhan Allah menebus umat-Nya?
  3. Bagaimana sepatutnya tanggapan orang percaya terhadap karya penebusan dan penyelamatan yang telah dilakukan Tuhan Allah?
    NAS PEMBIMBING: Yesaya 59:20

POKOK-POKOK DOA:

  1. Semua orang percaya bahwa TUHAN Allah adalah Penebus.
  2. Semua orang percaya hidup di bawah kasih karunia Tuhan Allah.

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN : MINGGU SENGSARA III.

NYANYIAN YANG DIUSULKAN

Persiapan: KJ No. 40 Jika Jiwaku Berdoa

Nas Pembimbing: DSL No. 156 Intan dan Permata

Pengakuan Dosa: PKJ No. 43 Tuhan Kami Berlumuran Dosa

Pemberitaan Anugerah Allah: NKB No. 15 Hidup yang Penuh Berbeban

Ajakan untuk Mengikuti Yesus di Jalan Sengsara: KJ. No. 392 Inginkah Kau Ikut Tuhan

Ses Doa Pembacaan Alkitab: KJ. No. 373 Aku Mau Mengerti

Persembahan: NNBT No. 9 ‘Ku Akan Selalu Bersyukur

Nyanyian Penutup: NKB No. 85 Kar’na Kasih-Nya

ATRIBUT Warna Dasar Ungu dengan Simbol XP (Khi-Rho), Cawan Pengucapan, Salib dan Mahkota Duri.(*)