MANADO, JELAJAHSULUT.COM — Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (PPKPT) Politeknik Negeri Manado terus memperkuat upaya menciptakan lingkungan kampus yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan melalui kerja sama internasional bersama International Labour Organization (ILO).
Polimdo tercatat sebagai satu-satunya perguruan tinggi di Sulawesi Utara pada tahun 2023 yang menjalin kolaborasi resmi dengan lembaga di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa tersebut dalam penguatan sistem pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan kampus.
Direktur Polimdo, Maryke Alelo, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk memastikan Satgas PPKPT tidak hanya bersifat administratif atau formalitas semata.
“Kami tidak ingin Satgas PPKPT hanya menjadi formalitas. Dengan dukungan ILO, kami mengadopsi sistem yang lebih profesional agar setiap individu di Polimdo merasa terlindungi saat berkarya,” ujar Maryke Alelo dalam pertemuan koordinasi di Gedung Pusat Polimdo beberapa waktu lalu.
Menurutnya, keberadaan Satgas PPKPT memiliki peran penting dalam membangun budaya akademik yang sehat, inklusif, serta menghormati martabat seluruh civitas akademika, baik mahasiswa, dosen, maupun tenaga kependidikan.
Melalui kolaborasi dengan ILO, Polimdo mengembangkan pendekatan berbasis standar internasional dalam pencegahan kekerasan, termasuk penguatan mekanisme pelaporan, pendampingan korban, serta peningkatan kesadaran seluruh warga kampus terhadap pentingnya lingkungan belajar yang aman.
Langkah ini sekaligus menunjukkan komitmen Polimdo dalam mendukung transformasi pendidikan tinggi vokasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, perlindungan, dan keselamatan di lingkungan perguruan tinggi.

Tinggalkan Balasan