JELAJAHSULUT.COM, MANADO – Panitia Green Press Community (GPC) dan Rapat Umum Anggota (RUA) The Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) 2026 melakukan audiensi dengan Rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Kamis (8/1/2026), di ruang kerja Rektor Unsrat, Manado.
Audiensi tersebut turut dihadiri Staf Khusus Gubernur Sulawesi Utara Bidang Politik dan Kebijakan, Fiko Onga.
Ketua Panitia GPC dan RUA SIEJ 2026, Yoseph E. Ikanubun, menjelaskan bahwa GPC merupakan ruang kolaborasi yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan di bidang lingkungan, mulai dari pemerintah, dunia usaha, akademisi, jurnalis, organisasi masyarakat sipil, hingga mahasiswa.
“Dalam GPC akan digelar berbagai kelas konferensi, seminar, workshop, dan talkshow yang membahas isu-isu lingkungan,” ujarnya.
Ia menyebutkan, kegiatan GPC rencananya akan dihadiri sekitar 100 jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia, serta ratusan peserta dari kalangan pemangku kepentingan lingkungan. Event berskala nasional tersebut juga menjadi yang pertama kali dilaksanakan di luar Pulau Jawa.
Menurut Yoseph, Unsrat dinilai sangat tepat untuk berkolaborasi dengan SIEJ mengingat memiliki 11 fakultas, di mana beberapa di antaranya memiliki keterkaitan erat dengan isu lingkungan.
“Karena itu, kami berharap dukungan Pak Rektor untuk hadir sebagai narasumber, sekaligus mendorong keterlibatan mahasiswa dan dosen Unsrat dalam GPC. Apalagi latar belakang keilmuan Pak Rektor juga terkait isu lingkungan,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie menyambut baik pelaksanaan GPC dan RUA SIEJ 2026. Ia menyatakan kesiapan untuk menjadi narasumber serta mendukung keterlibatan civitas akademika Unsrat.
“Kami di Unsrat mendukung isu-isu lingkungan. Secara pribadi saya juga peduli, seperti kegiatan penanaman mangrove di Pantai Buyat, Minahasa Tenggara. Ke depan, kami terbuka untuk kolaborasi kegiatan lingkungan bersama SIEJ Sulut,” ujar Rektor.
Sementara itu, Ketua SIEJ Daerah Sulawesi Utara, Findamorina Muhtar, menilai Unsrat memiliki posisi strategis sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan di Kawasan Timur Indonesia, khususnya di bidang kelautan, pesisir, dan keanekaragaman hayati.
“Dukungan pimpinan Unsrat sangat penting agar kolaborasi ini berkelanjutan. Tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi berkembang ke riset kolaboratif, literasi media lingkungan, serta penguatan peran mahasiswa sebagai agen perubahan,” kata Findamorina.
Di sisi lain, Fiko Onga menyampaikan bahwa Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menaruh perhatian besar terhadap isu-isu lingkungan dan terbuka terhadap forum diskusi yang membahas pelestarian lingkungan.
“Pak Gubernur peduli dengan isu lingkungan. Event yang digagas SIEJ ini bisa menjadi forum pembahasan isu lingkungan sekaligus menghasilkan masukan dan rekomendasi bagi pemerintah,” ujarnya.
Audiensi tersebut juga dihadiri Wakil Ketua Panitia GPC dan RUA SIEJ Agust Hari, Sekretaris Ady Putong, Bendahara Rahman Ismail, serta Koordinator Bidang Publikasi dan Dokumentasi Michael Labaro.
Diketahui, GPC rencananya akan digelar pada 7 Februari 2026 di Kabupaten Minahasa Utara dengan tema “Jurnalisme Melindungi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.”
Setelah itu, kegiatan akan dilanjutkan dengan RUA SIEJ sebagai forum tertinggi organisasi untuk memilih dan menetapkan pengurus baru periode 2026–2029.

Tinggalkan Balasan